Tujuh Cara Menghadapi Putus Cinta Agar Bisa Menjadikanmu Lebih Dewasa dan Bijaksana
Setiap orang pernah jatuh cinta dan putus cinta. Lalu jika sudah putus cinta, bagaimana mengatasinya agar kamu tidak terpuruk.
Meskipun melelahkan, namun pencapaianmu untuk bisa menerima putus cinta itu bisa diukur dari seberapa kuat kamu bertahan dan mau berusaha. Jatuh, bangun, jatuh lagi, bangun lagi, dan begitu seterusnya. Perlahan kamu akan bisa menguasai perasaanmu sambil terus berhati-hati menata hidupmu kembali.
3. Kebiasan Kalian Hilang.
Tak jarang, di waktu tertentu, kamu hanya bisa terdiam dan malah berharap dia yang pernah kamu cintai itu bisa kembali datang kepadamu.
Ada kalanya kamu tak sanggup melawan perasaan yang masih begitu kuat pada mantan pasangan. Betapa setiap bangun tidur kamu tak pernah lupa melihat aktivitasnya di media sosial. Sesekali memeriksa ponselmu sendiri sambil berharap ada SMS atau panggilan masuk yang selama ini kamu tunggu-tunggu.
“Sedang apa dia di sana? Bagaimana pekerjaan dan hari-harinya? Apakah semua baik-baik saja, atau dia juga merasakan kesedihan yang sama?”
Kadang, kamu masih terbayang kenangan-kenangan saat bersama dia. Masih ingin melakukan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan selama kalian pacaran. Seperti ucapan selamat pagi atau menanyakan apakah dia sudah makan. Bagaimana pekerjaannya. Melakukan panggilan video call, engirimi foto-foto berdua atau foto kalian masing-masing. Kamu lupa bahwa saat ini keadaan sudah jauh berbeda.
4. Kenanglah Sifat Baik dan Buruknya.
Akuilah bahwa kamu dan dia sudah putus cinta. Baik dan buruknya sifat mantan pasangan harus dikenang dengan seimbang agar tak menyalahkan keadaan atau malah minta balikan.
Karena jika kamu hanya memikirkan kekurangan dan sifat-sifat buruknya, semakin kamu merasa kecewa dan marah. Kamu bisa jadi membenci mantan pacarmu saat mengingat sikap-sikap buruknya dulu. Dia yang sering marah-marah tanpa alasan, mudah cemburu buta dan berkata kasar.
Demi bisa menjalani hidup yang lebih tenang, cobalah untuk mengingat kebaikan dan keburukannya dengan seimbang. Meski pemarah, toh dia perhatian dan begitu peduli padamu. Sekalipun sering bersikap kekanakan, dia pula yang selalu bisa membuatmu tertawa.
Mengingat hal baik dan buruk di masa lalu dengan seimbang menjadikan emosimu lebih stabil dan menjaga perasaanmu tetap netral. Karena mengingat hal-hal baik saja mungkin membuatmu ingin kembali pada mantan, sedangkan mengingat hal-hal buruk menjadikanmu tak berhenti merasa sedih dan kecewa.
5. Hadai dan Jangan Lari dan Jangan Sibukan Diri
Jangan pernah lari 6. Patah hati harus dihadapi. Berusaha “lari” dengan menyibukkan diri bukanlah solusi
Banyak yang beranggapan bahwa cara paling efektif untuk menyembuhkan patah hati adalah dengan menyibukkan diri. Pergi traveling, sengaja bekerja lembur, rajin-rajin nongkrong dan kumpul-kumpul dengan teman, atau bahkan buru-buru menemukan pendamping yang baru.
Sayangnya, jika kamu semata-mata hanya ingin “lari”, selamanya kamu tak akan sembuh dari sakit hatimu. Menyibukkan diri memang baik, tapi pastikan bahwa kegiatan-kegiatan itu tak kamu lakukan dengan emosi. Setelah pergi ke pantai atau naik gunung, kamu tak lantas bisa melupakan masalahmu ‘kan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-putus-cinta-1_20180225_150312.jpg)