Tujuh Cara Menghadapi Putus Cinta Agar Bisa Menjadikanmu Lebih Dewasa dan Bijaksana
Setiap orang pernah jatuh cinta dan putus cinta. Lalu jika sudah putus cinta, bagaimana mengatasinya agar kamu tidak terpuruk.
POS-KUPANG.COM - Setiap orang pernah jatuh vinta dan juga pernah putus cinta. Lalu jika sudah putus cinta, bagaimana mengatasinya agar kamu tidak terpuruk.
“Menjalin hubungan cinta ibarat maju ke medan perang. Selalu ada kemungkinan untuk menang, tapi bukan mustahil kamu pulang ke rumah dengan tubuh penuh luka berdarah.”
Momen putus cinta sama halnya dengan sebuah ujian. Memilih terpuruk dalam kesedihan berarti kamu gagal. Sedangkan jika kamu berusaha tegar dan fokus pada kehidupanmu selanjutnya maka itu adalah sebuah pencapaian besar.
Ketika hubungan yang mati-matian diperjuangkan akhirnya harus gagal, kita cenderung memilih untuk bersedih dan mengutuki keadaan. Menyalahkan diri sendiri bahkan mungkin menyaahkan pasangan.
Kita lupa bahwa dibalik setiap kejadian atau peristiwa kita juga punya andil. Dan hal yang perlu disadari bahwa setiap kejadian, baik atau buruk, selalu pasti ada kebaikan yang bisa didapat.
1. Nikmati kesedihanmu.
Sedih, menangis, menyalahkan keadaan pasti akan terjadi dan dirasakan. Namun Jangan berlama-lama larut dalam kondisi itu, karena kehidupan akan tetap berjalan.
Dibalik putus cinta itu selau ada pelajaran berharga yang bisa menjadikanmu kian dewasa dan bijaksana untuk menyikapi hubungan cinta selanjutnya.
Jangan berama-lama tenggelam dalam kesedihan. Di fase-fase awal, kamu pasti cenderung sibuk mempertanyakan keadaan lantaran belum benar-benar bisa menerimanya. Kamu pun akan berusaha menganalisa dan menemukan penyebab kandasnya hubungan.
“Kenapa harus putus jika hubungan kami rasa-rasanya sudah sempurna? Apa aku punya kekurangan, atau dia yang memang sudah malas berjuang?”
Sibuk memikirkan hal itu justru akan membuatmu tambah terpuruk. Kamu tak sadar sudah menghabiskan banyak waktu untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya tak perlu.
Jika kamu terus menerus merasa bersalah, sedih, kecewa, dan marah bisa membuat kamu tak mampu bersikap bijaksana. Merasa diri sendiri tak sempurna, menyalahkan pasangan yang punya kebiasaan buruk, hingga mengutuk keadaan yang membuat kamu dan pasanganmu tak bisa bersatu – tak dapat restu dari orang tua atau beda agama misalnya.
Seberapa pun kamu merasa sedih dan kecewa, tak ada yang bisa disalahkan atas hal itu. Nikmati sakit hatimu, namun jangan terlalu lama.
2. Siaplah Saat Kenangan Teringat Kembali
Sakit hatimu tak akan sembuh dalam semalam. Sakit hati bisa tiba-tiba muncul ketika pikiranmu terdistraksi kenangan dengan mantan Sakit hati itu tidak bisa sembuh secara instan. Tak sekadar satu atau dua bulan, kadang butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa benar-benar sembuh atau berdamai dengan keadaan.
Setelah beberapa waktu kamu mungkin baru akan merasa baikan. Tapi, siapa sangka jika luka itu bisa tiba-tiba kembali menganga saat melihat sesuatu yang mengingatkanmu pada mantan. yang biasa kalian dengarkan berdua atau warung makan yang sering kalian sambangi bersama misalnya, itu saja bisa membuatmu kembali sedih dan sakit hati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-putus-cinta-1_20180225_150312.jpg)