Fidelis Keluhan Beasiswa PPI Kepada Mendikbud
RD Fidelis Dua, mengungkapkan, penyaluran beasiswa Program Indonesia Pintar (PPI) yang dinilainya tidak tepat sasaran.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Eginius Mo'a
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Kunjungan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhadjir Effendy, kepada Uskup Maumere, Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, SVD, Jumat (16/2/2018) mendapatkan 'kado' penting.
Anggota Komisi Pendidikan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), RD Fidelis Dua, mengungkapkan, penyaluran beasiswa Program Indonesia Pintar (PPI) yang dinilainya tidak tepat sasaran.
"Saya diberikan kesempatan oleh Bapak Uskup menyampaikan soal-soal pendidikan di Keuskupan Maumere. Saya katakan beasiswa PPI dari Presiden Joko Widodo bagus, tapi tidak tepat sasaran," ujar RD Fidelis, kepada Pos-Kupang.Com, seusai pertemuan di Lepo Bispu, Istana Keuskupan Maumere.
Fakta demikian, kata RD Fidelis, karena data penerima PPI yang diambil dinas sosial dari Biro Statistik sebagai pangkalan data. Anak dari keluarga sama sekali miskin, tidak mampu secara ekonomi tidak bisa mendapatkan beasiswa. Sementara anak dari keluarga yang diketegorikan mampu bisa dapat beasiswa.
"Misalnya anak yang mamanya guru dan bapaknya petani bisa dapat PPI, sedangkan anak yang bapak, ibunya petani bahkan janda tidak bisa akses. Kondisi siswa seperti ini banyak," kata RD Fidelis.
Mendikbud meminta Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan NTT yang hadir saat pertemuan itu supaya mendata kembali penerima PIP dan dikirim ke Kemendikbud.
"Kemendikbud minta didata kembali dikirim ke Jakarta mengganti nama yang tidak tepat sasaran, sebab kuotanya sudah ditetapkan," kata Kepala SMAS Katolik St. John Paul II. (*)