Letakkan Batu Pertama Kantor Sinode GKS, Viktor Laiskodat: Politik Identitas Tidak Perlu Ada
"Kita inginkan seluruh tokoh bahkan pemerintah harus mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan, apalagi tahun ini tahun politik."
Penulis: Robert Ropo | Editor: Alfons Nedabang
Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Viktor B Laikodat meletakkan batu pertama menandai dimulainya pembangunan kantor Sinode Gereja Kristen Sumba (GKS) di Payeti, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Senin (22/1/2018) sore.
Peletakkan batu juga dilakukan ketua Sinode GKS bersama empat bupati di Pulau Sumba, yakni Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora; Bupati Sumba Tengah, Umbu Sapi Pateduk; Bupati Sumba Barat, Niga Dapa Wole dan Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairo Talu.
Turut hadir pimpinan dan anggota DPRD dari empat kabupaten di daratan Sumba serta pimpinan Forkompinda.
Baca: BREAKING NEWS: Megi Manek Tewas Ditikam Pria Bertopeng di Depan Rujab Bupati Belu
Tokoh lintas agama, para pendeta, vikaris, guru injil se GKS, tokoh masyarakat serta jemaat juga hadir.
Pada kesempatan itu juga dilaksanakan ibadah bersama merayakan HUT ke-71 GKS.
Ibadah dipimpin Sekertaris umum Sinode GKS, Pdt. Marlin Lome dan mantan ketua umum Sinode GKS, Pdt. Naftalin Djoru.
Viktor Laiskodat mengatakan peristiwa hari ini sebagai momen bersejarah dalam menumbuhkembangkan moral dan imam di Pulau Sumba.
Menurutnya GKS sebagai benteng untuk membangun moral dan imam tersebut.
Baca: Avansa Tergelincir Masuk Jurang di Belu, Bagaimana Nasib Sopir dan Penumpang?
Terkait dengan ancaman disintegrasi bangsa, bakal calon gubernur NTT ini mengingatkan masyarakat agar membangun kerja sama untuk memperkokoh Pancasila.
"Kita inginkan seluruh tokoh bahkan pemerintah harus mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan, apalagi tahun ini tahun politik. Saya pikir politik identitas itu tidak perlu ada di NTT yang kita cintai ini," kata anggota DPR RI asal Partai NasDem ini.
Viktor Laiskodat mengajak seluruh masyarakat NTT agar bangkit sehingga tidak lagi disebut orang NTT tolol, orang NTT bodoh karana NTT memiliki keindahan pariwisata, sebagai lahan produksi garam namun harus ada kerja keras dari semua stakholder.
Baca: Istana Ular di Manggarai Barat, Pengunjung Harus Menjalani Ritual Adat
Menurutnya, GKS memiliki karakter yang berbeda dimana GKS tidak terlalu ekspansinya jauh keluar dimana GKS hanya membenahi dirinya dan fokus melayani jemaat Sumba.
"Moral dan karakter yang dimiliki GKS sangat hebat bagaimana untuk hidup yang harmonis antara hubungan sesama dan Tuhan," ujarnya.
Terkait dengan pembangunan kantor Siniode GKS, Viktor Laiskodat meminta kepada panitia, pengurus dan jemaat GKS jangan terlalu berpikir, pasti saja ada cara untuk bisa selesai pekerjaanya.
"Ini bangun gedung kecil saja, hanya butuh dana empat miliar kecil itu dana, nanti saya bantu juga," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/batu-pertama-sinode-gks_20180122_220034.jpg)