Minggu, 19 April 2026

Dinkes Flotim Diam-Diam Rekrut Ratusan Tenaga Kontrak

Ternyata, ini yang terjadi di Dinas Kesehatan Flores Timur. Selanjutnya, begini penegasan Bupati

Penulis: Felix Janggu | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Feliks Janggu
Bupati Flotim,Antonius Hubertus Gege Hadjon 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM | LARANTUKA- Dinas Kesehatan Flores Timur diduga merekrut ratusan tenaga kontrak secara diam-diam di tahun 2017 dan 2018.

Perekrutan tenaga kontrak ini disebut-sebut sebagai "titipan" oknum pejabat baik eksekutif maupun legislatif.

Informasi yang diperoleh Pos Kupang.com Selasa (16/1/2018) setelah direkrut, tenaga honorer tersebut ternyata tidak mendapat job (kerja) di dinas bersangkutan.

Mereka ditolak di bagian-bagian. Sebagai akibatnya mereka tertumpuk di bagian KTU.

Pihak Dinkes juga enggan mendistribusikan tenaga kontrak yang baru direkrut tersebut ke puskesmas-puskesmas karena khawatir akan muncul gejolak.

Sebab di puskesmas-puskesmas masih ada tenaga kerja sukarela yang sudah mengabdi tahun-tahun sebelumnya.

Pos Kupang.com berupaya melakukan konfirmasi ke Dinas Kesehatan Flotim. Sekretaris Dinas Kesehatan Theresia Palang Keda mengarahkan Pos Kupang.com ke Plt Kadis Kesehatan Anton Tonce Matutina.

Tonce Matutina sementara ini sedang bertugas keluar daerah.

Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon Selasa (16/1/2018) kepada wartawan di Sekretariat Bereun membenarkan adanya perekrutan ratusan tenaga kontrak itu di Dinkes.

Perekrutan pertama sebanyak 20 orang dan perekrutan kedua sebanyak 83 orang.

Bupati Anton menegaskan perekrutan seperti itu tidak sesuai dengan komitmennya untuk mengangkat berdasarkan senioritas mengabdi.

Karena itu, kata Bupati Anton, pihaknya sudah memerintahkan Sekda Tonce Matutina membatalkan perekrutan tenaga honorer sebanyak 83 orang.

"Kalau yang 20 orang itu sudah terlanjur mereka sudah kerja tahun sejak tahun lalu. Kita biarkan saja sudah, tapi yang 83 orang dibatalkan," kata Bupati Anton.

Bupati Anton menegaskan pemerintah tetap pada komitmen mengutamakan senioritas mengabdi masyarakat untuk mengangkat mereka menjadi tenaga kontrak daerah.

Ia mengungkapkan masih banyak tenaga kerja sukarela di puskesmas-puskesmas. Jangan sampai menimbulkan masalah.

Menjawab dugaan adanya titipan oknum pejabat baik eksekutif maupun legislatif, Bupati Anton hanya tersenyum saja kepada pewarta.

Namun ia menegaskan, sikapnya terhadap pengangkatan guru honorer tetap seperti yang pernah disampaikannya, mengutamakan senioritas. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved