Benarkah Orang Baik Rentan Depresi? Telusuri Jawabannya Lewat Hasil Riset Ini
Namun, riset baru menunjukan bahwa beberapa sikap baik bisa berdampak buruk pada diri sendiri
Sebaliknya, Mauricio Delgado, seorang neuroscientist di Rutgers University mengatakan bahwa ada banyak bagian otak lainnya yang terlibat dalam depresi.
"Meskipun rata-rata mereka yang pro-sosial mungkin memiliki amigdala dan hippocampus yang sensitif, ada banyak daerah otak orde tinggi lainnya yang terlibat dalam depresi, termasuk korteks prefrontal, daerah otak terkait dengan pengaturan perasaan otomatis ini," ucapnya.
Baca: Gubernur Minta Kepala SMA, SMK dan SMALB Segera Urus Sertifikat Tanah Sekolah
Dengan melatih proses otak tingkat tinggi (seperti korteks prefrontal) melalui terapi bicara, mereka yang pro-sosial dapat belajar mengendalikan dan melawan emosi utama.
Semakin mereka dapat menggunakan korteks pra-frontal untuk mengurangi tekanan berbasis amigdala, semakin kecil kemungkinannya untuk jatuh dalam depresi.
Walau begitu, janganlah khawatir berbuat baik dan peduli pada sesama. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-rupiah_20170518_085658.jpg)