Setahun Penderita HIV-AIDS di NTT Naik dari 60 ke 153

Penanggulangan Penyakit AIDS perlu dilakukan bersama-sama oleh semua pihak sehingga penyebarannya dan dampaknya dapat dicegah.

Setahun Penderita HIV-AIDS di NTT Naik dari 60 ke 153
POS KUPANG/EDY HAYON
Sekda Kabupaten Kupang, Hendrik Paut saat mengikuti kegiatan puncak hari AIDS sedunia tingkat Kabupaten Kupang di Tarus, Rabu (13/12/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Edy Hayon

POS-KUPANG.COM | TARUS - Penanggulangan Penyakit AIDS perlu dilakukan bersama-sama oleh semua pihak sehingga penyebarannya dan dampaknya dapat dicegah.

Keterbukaan informasi yang sangat bebas, arus konektivitas yang tinggi saat ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit AIDS saat ini. Khusus di Kabupaten Kupang, dalam satu tahun sejak 2016 hingga 2017, jumlah penderita HIV-AIDS yang berhasil diidentifikasi dari 60 orang meningkat menjadi 153 orang.

Peningkatannya kasus penyakit AIDS ini tentu menjadi ancaman nyata bagi masyarakat sehingga perlu diwaspadai.

Hal ini disampaikan Sekda Kabupaten Kupang, Drs. Hendrik Paut saat peringatan Hari AIDS lingkup Kabupaten Kupang, di Aula SMA Reformasi Tarus, Rabu (13/12/2017).

Sekda Paut menambahkan peyebaran penyakit AIDS disebabkan pola hidup yang salah sehingga membuat penyakit ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat terkhusus bagi kaum muda. Dijelaskan

Paut pada peringatan hari AIDS tahun 2016 lalu kasus penyakit AIDS di Kabupaten Kupang baru 60 an saja, namun satu tahun kemudian pada tahun ini jumlahnya sudah mencapai 153 kasus. Peningkatannya kasus penyakit AIDS ini tentu menjadi ancaman nyata bagi masyarakat sehingga perlu diwaspadai. Cara terbaik mengantisipasi penyebaran penyakit ini ialah dengan membentengi diri dengan iman dan doa dan berprilaku yang benar guna mencegah lebih banyak lagi kasus.
Sekda Hendrik Paut juga menyoroti serius peningkatan kasus AIDS.Menurutnya, penyakit ini bisa berdampak pada anak-anak muda sehingga perlu sosialisasi dan pemberian pemahaman yang utuh kepada masyarakat. AIDS adalah sebuah penyakit disebabkan virus yang saat ini sudah sangat mengkwatirkan dan sangat berbahaya bagi generasi muda. Melalalui peringatan hari ADIS sedunia, dirinya mengharapkan para orang tua benar-benar membimbing anak muda dengan iman dan kerohanian yang terbaik sebagai benteng teguh. Pembinaan rohani perlu dimulai dari keluarga dan didukung pendidikan karakter dari sekolah sehingga anak-anak muda kita terjaga dan terhindar dari pengaruh buruk penyebaran penyakit aids ini.
“Membangun kehidupan rohani sangat penting dalam menjaga tatanan kehidupan keluarga. pemahaman firman Tuhan menjadi benteng untuk melindungi kita dari ancaman yang dapat menghancurkan kita,” Pesan Sekda Paut.
Menurutnya, pendidikan karakter segera dilaksanakan dan tidak bisa ditawar-tawar dalam mengantisipasi ancaman penyakit ini. Ini harus menjadi perhatian kita semua. Pemangku kepentingan juga harus bertanggung jawab dan mengambil bagian dalam menjaga generasi ini menjadi generasi yang berkualitas.
Sementara Ketua Panitia Silas Basa, SE dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan hari AIDS sebagai refleksi bersama untuk membangun tatanan kehidupan yang lebih baik dan terhindar dari prilaku yang buruk. Kita berharap melalui kegiatan ini masyarakat disadarkan akan bahaya penyakit AIDS. Beragam kegiatan yang dilakukan diantaranya seminar, malam refleksi hingga peringatan hari AIDS ini.(*/yon)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved