Sekolah di Elar Bingung, Apa Cara Terbaik Sehingga Mendapat Bantuan Dari Pemerintah
Ini bentuk pengabdian dari guru-guru di daerah terpencil. Mereka butuh bantuan seperti ini
Penulis: Aris Ninu | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM | BORONG - Kepala Sekolah SMAN 3 Elar Selatan, Stefanus Ngandung mengaku sudah tiga kali ia membuat proposal kepada Pemprov NTT agar mendapat ruangan kelas baru (RKB) tetapi usulan melalui proposal belum ditanggapi.
Kepsek Stefanus tidak pasrah dan akan terus berjuang agar di sekolah ada RKB.
Kepsek Stefanus yang didatangi Yeni Veronika Deno, anggota DPRD NTT saat melakukan kunjungan kerja di Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Minggu (3/12/2017) sore mengungkapkan, harapan orangtua,guru dan siswa agar ada bantuan dana penambahan RKB.
"Kami masih pakai Aula Paroki Mamba di Elar Selatan. Aula itu kami sekat jadi tiga ruangan kelas. Ruangan kelas yang dibangun memang ada tapi hanya enam ruangan saja.Kami butuh 10 ruangan sehingga masih kurang empat. Siswa kami 300 orang. Jumlah ini tidak sesuai ruangan kelas yang tersedia. Ada satu ruangan kelas yang kami bangun darurat," ujar Kepsek Stefanus di rumahnya ketika bertemu anggota DPRD NTT,Yeni Veronika Deno.
Kepsek Stefanus tampak bersemangat dan mengaku terus berjuang agar siswa bisa KBM.
"Kami ada bangun tetapi darurat. Ruangan kepsek dan guru serta laboratorium tidak ada tapi biar sudah. Sekarang ini yang penting ruangan kelas," ujar Kepsek Stefanus.
Kepsek Stefanus di depan anggota DPRD NTT membeberkan, jika tahun depan tidak ada ruangan kelas maka pihaknya tidak bisa menerima siswa baru.
"Aula paroki yang kami pakai mau dibangun baru. Maka itu, tahun depan harus ada ruangan. Kalau tidak ada ruangan kelas maka kami kuatir tidak bisa terima siswa baru. Mau terima siswa baru ruangan tidak ada. Mau minta bantuan orangtua pakai dana komite juga serba salah.Orangtua sudah sumbang satu ruangan darurat. Tidak mungkin kami minta bantuan lagi," papar Kepsek Stefanus.
Ia mengungkapkan, sejak awal berdiri sekolah itu ruangan kelas sudah kurang. "Usulan sampai ke provinsi sudah tapi belum ada tanggapan," kata Kepsek Stefanus.
Ia berharap dinas teknis bisa memberikan perhatian agar ruangan kelas di SMAN 3 Elar Selatan bisa menjadi prioritas.
"Aula paroki tidak mungkin kita pakai terus.Maka itu perlu ada ruangan baru biar KBM tetap aman. Kami tidak punya ruangan tidak masalah tetapi KBM harus jalan," papar Kepsek Stefanus. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/yeni-veronika_20150705_152401.jpg)