Hadakewa Jadi Desa Ikan Teri

Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, ditetapkan sebagai desa ikan teri di Kabupaten Lembata.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Agustinus Sape
pos kupang/frans krowin
Beberapa pejabat saat membeli ikan teri di Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Jumat (1/12/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA – Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, ditetapkan sebagai desa ikan teri di Kabupaten Lembata.

Label tersebut diberikan karena desa itu merupakan penghasil ikan teri terbesar di daerah tersebut.

“Hadakewa ini penghasil ikan teri terbesar di Lembata. Itulah sebabnya Hadakewa kita jadikan sebagai desa ikan teri di Lembata,” ujar Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur saat melakukan kunjungan kerja ke desa itu, Jumat (1/12/2017).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Sunur didampingi Wakil Bupati, Thomas Ola, serta para kepala dinas.

Kunjungan kerja tersebut untuk dua kepentingan, yaitu melakukan peletakan batu pertama pembangunan taman baca. Kedua melaunching Hadakewa sebagai salah satu kampung KB di Kecamatan Lebatukan.

Pada saat itu, Bupati Sunur mengatakan, Hadakewa memiliki potensi yang amat besar. Potensi yang dimaksud adalah sebagai penghasil ikan teri terbanyak di Lembata.

Baca: Peradi Ditunjuk Sebagai Kuasa Hukum BPN Malaka

Memang, lanjut Sunur, banyak desa di kabupaten tersebut terletak di tepi pantai. Namun Hadakewa punya keistimewaan tersendiri. Keistimewaan itu adalah kebanyakan nelayan menangkap ikan teri untuk dikeringkan tanpa garam, lalu dijual ke pasar.

Volume penangkapannya, lanjut dia, relatif banyak sehingga perlu diintervensi oleh pemerintah. Salah satunya, melalui program tematik, yakni menjadikan Hadakewa sebagai desa ikan teri di Lembata.

“Saya minta Dinas Kelautan dan Perikanan segera membantu oven untuk pengeringan ikan teri itu. Artinya, selain melalui pengeringan alami, yakni menjemurnya saat panas matahari tapi juga bisa melalui oven,” ujarnya.

Sesuai rencana, lanjut dia, ikan teri Hadakewa itu selain dipasarkan di daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  juga bisa dilempar ke pasar luar negeri, terutama Negara Timor Leste.

Baca: Musda BPD HIPMI NTT Baru Memilih Pimpinan Sidang

Lantaran ikan teri menjadi salah satu komoditi primadona Lembata ke depan, lanjut Bupati Sunur, maka apa pun ikan teri yang ditangkap dan dikeringkan nelayan lalu dijual ke pasar, namanya hanya satu, yakni ikan teri Hadakewa.

Saat itu, Bupati Sunur memberikan apresiasi kepada masyarakat desa Hadakewa yang telah sepakat menjadikan teri sebagai komoditi andalan. Olehnya, pihaknya meminta Kepala Desa (Kades) Hadakewa, Klemens untuk terus memotivasi masyarakat memroduksi ikan teri tersebut. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved