Komitmen Parpol-KPU Lembata, Kali Ini Pemilu Harus Bersih

Parpol di Kabupaten Lembata menyatakan tekad agar bersama KPUD setempat mewujudkan pemilu tahun 2019 yang bersih dan berkualitas.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Komisioner KPUD Lembata saat sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019 di Aula Hotel Olympic Lewoleba, Selasa (21/11/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA – Partai politik (parpol) di Kabupaten Lembata menyatakan tekad agar bersama Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat mewujudkan pemilu tahun 2019 yang bersih dan berkualitas.

Pernyataan tekad itu disampaikan salah seorang politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lembata, Simeon Lake Odel, dalam dialog Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019, di Aula Hotel Olympic Lewoleba, Selasa (21/11/2017).

Sosialisasi itu diikuti sejumlah pimpinan parpol, di antaranya Ketua DPC Partai Perindo Kabupaten Lembata, Hani Chandra dan Frans Gewura Langobelen dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Juga rohaniwan, Romo Wens Heri, Pr, Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa dan undangan lainnya.

Baca: Pulau Ende Bebas dari Rokok

Dalam pernyataannya, Simeon Lake Odel yang juga mantan anggota DPRD Lembata ini mengatakan, setiap pemilihan umum ada begitu banyak hal yang terjadi di dalamnya. Ada kecurigaan di antara sesama partai peserta pemilu, juga antara parpol dengan penyelenggara pemilu.

Artinya, di satu pihak partai politik berkeinginan agar pemilihan umum bersih dari berbagai hal yang mencederai pemilu. Tapi kenyataannya, ada-ada saja hal yang menyertai pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

Peserta sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019 di Aula Hotel Olympic Lewoleba, Selasa (21/11/2017).
Peserta sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019 di Aula Hotel Olympic Lewoleba, Selasa (21/11/2017). (POS KUPANG/FRANS KROWIN)

Saat ini, lanjut Simeon, mulai terungkap kalau KPU menginginkan pemilu yang bersih dan berkualitas. Itu artinya harapan tersebut sejalan dengan harapan pengurus parpol di Kabupaten Lembata selama ini.

Bila demikian adanya, lanjut dia, maka hal tersebut patut didukung. Dan, parpol-parpol di Lembata punya komitmen yang sama untuk mewujudkan pemilu tahun 2019 sebagai pemilu yang bersih dan berkualitas.

Baca: NTT Peringkat Tiga Nasional di Kejurnas Criket 2017

Ketua KPUD Lembata, Petrus Payong Pati, mengatakan, pada pemilu legislatif tahun 2014 lalu, ada banyak hal yang terkuak ke permukaan. KPU harus melaksanakan pencoblosan ulang di Desa Kolipadan, Kecamatan Ile Ape.

Begitu juga di Kedang, tepatnya di Kecamatan Buyasuri. KPU bersama parpol-parpol harus melakukan penghitungan hasil pemilu berkali- kali. Perhitungan hasil perolehan suara itu dilakukan beberapa hari lamanya.

Sementara pada pemilihan kepala daerah tahun 2017 lalu, tingkat partisipasi pemilih meningkat drastis. Pada momentum tersebut, animo pemilih luar biasa. Ikutannya adalah persentase partisipasi pemilih melampaui persentase nasional.

Baca: Kanis Soge Minta Pemkab Flotim Bentuk BUMD Dengan Alasan Ini

Atas semua itu, lanjut dia, pihaknya berharap agar pada tahun 2019 mendatang partisipasi pemilih minimal sama atau lebih menningkat dibanding pilkada 15 Februari 2017 lalu. Tapi semua itu berpulang pada komitmen semua kalangan untuk menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved