Betis Brendo Tertembus Peluru Oknum Polisi, Warga Kerumuni Pospol Noelbaki
Brendo diduga ditembak oknum anggota polisi dari Polres Kupang di pangkalan ojek Desa Dendeng (Cabang Tilong).
Penulis: Edy Hayong | Editor: Agustinus Sape
Namun, secara tiba-tiba terdengar bunyi letusan senjata dari oknum polisi yang ada di sekitar lokasi dan kerabat tukang ojek panik lari berhamburan termasuk korban Brendo.
Saat berhamburan itu, sebutir peluru dari oknum polisi mengenai betis kiri Brendo.
Korban kemudian dievakuasi ke kediamannya dan beberapa jam kemudian ada anggota polisi mendatangi kediaman korban dan mengangkutnya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Terhadap kejadian ini, ratusan warga eks Timtim yang ada di kawasan terminal Noelbaki keluar dari rumah.
Mereka tidak menerima kejadian itu. Beberapa tokoh eks Timtim berhasil meredam emosi para warga untuk tidak melakukan tindakan anarkis dalam kejadian dimaksud.
Kapolres Kupang, Adjie Indra Suwarna sekitar pukul 20.30 Wita mendatangi Pospol Noelbaki bersama beberapa perwira dan anggota untuk mengamankan situasi.
Kapolres kemudian meminta para tokoh eks Timtim yang ada di kawasan terminal Noelbaki untuk duduk bersama membicarakan kejadian tersebut.
Baca: Rekomendasi Dewan Pakar, Golkar Harus Segera Gelar Munaslub Pilih Pengganti Setya Novanto
Hadir beberapa tokoh eks Timtim seperti Dawai, Agustino, Marcelino termasuk Kepala Desa Noelbaki.
Para warga eks Timtim juga terlihat mengerumuni Pospol Noelbaki untuk mendengarkan perbincangan soal kejadian itu.
Agustino dan Marcelino pada kesempatan ini menyayangkan kejadian yang dialami Brendo.
Menurut keduanya, kasus penembakan oleh oknum polisi sepatutnya tidak boleh terjadi karena tugas polisi adalah mengayomi masyarakat.
Untuk itu, atas nama para tokoh eks Timtim dan seluruh warga, mereka meminta agar oknum yang menembak korban diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kami cuma minta supaya oknum polisi itu diproses sesuai hukum yang berlaku. Sekarang sudah terjadi maka kami percayakan melalui Pak Kapolres supaya kasus ini tidak boleh terjadi lagi."
"Biasanya kalau ada kejadian seperti ini sesuai prosedur ada tembakan peringatan sebanyak tiga kali dan kalau tidak diindahkan barulah mengarahkan ke kaki. Ini yang terjadi langsung satu kali tembak mengenai kaki korban."