Masyarakat Petani di Kabupaten Malaka Tanam Jagung Double Track
BPTP memiliki tupoksi membantu Pemerintah Daerah memajukan pertanian dengan menderaskan dan mendaratkan teknologi sehingga produksi bisa ditingkatkan
POS KUPANG.COM, BETUN- Kabupaten Malaka memiliki lima program utama pembangunan dan pembangunan pertanian merupakan program pertama, dengan tag line Revolusi Pertanian Malaka (RPM) bergerak cepat untuk persiapan penanaman jagung pada musim tanam (MT) I 2017/2018.
Untuk tahap pertama dengan membajak lahan kering seluas 2200 ha secara gratis pada 12 kecamatan di Kabupaten Malaka.
Selain memberikan bantuan persiapan lahan, pemerintah Kabupaten Malaka juga memberikan bantuan benih jagung, pupuk, pestisida secara gratis. Selain itu pendampingan lapangan juga terus ditingkatkan baik yang dilakukan oleh tenaga penyuluh maupun tenaga kontrakan.
Bantuan benih jagung tersebut merupakan bagian dari bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian pada lahan seluas 10.000 ha secara bertahap.
Sampai pada minggu kedua Bulan November telah dibajak seluas 2200 ha, dan masih terus bertambah dari target 2000 ha. Distribusi benih jagung hibrida juga sudah dilakukan.
"Semua benih jagung sudah didistribusikan ke petani, dan jika sudah masuk musim hujan maka petani langsung menanam" demikian kata Kadis Pertanian Malaka, Ir. Yustinus Nahak, MSi.
Tata tanam jagung yang akan diterapkan adalah tata tanam double track, dengan jarak tanam tertentu sehingga tetap ada lorong untuk ditanam juga dengan tanaman pangan lain seperti kacang tanah, kedelai, atau kacang hijau. Inovasi ini didiseminasikan oleh BPTP Balitbangtan NTT bekerjasama dengan Tim RPM.
Tata tanam jagung double track sudah disosialisasikan ke semua titik oleh tim Pakar RPM bersama peneliti dari BPTP Balitbangtan NTT. Masyarakat sangat antusias dengan tata tanam ini dan akan menerapkannya. "Ini adalah inovasi yang akan berdampak pada peningkatan produksi, sehingga visi RPM bahwa masyarakat Malaka akan berkelimpahan makanan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dapat tercapai, apalagi kita bekerjasama dengan BPTP Balitbangtan NTT", demikian penegasan Ketua Tim Pakar RPM, Dr. Herry Zadrak Kota, ST, MT.
Kepala BPTP Balitbangtan NTT, Dr. Syamsudin menyatakan bahwa BPTP memiliki tupoksi membantu Pemerintah Daerah memajukan pertanian dengan menderaskan dan mendaratkan teknologi sehingga produksi dapat ditingkatkan secara signifikan.
"Kami sudah biasa tanam jagung berbaris, tapi masih satu lubang diisi 4-5 biji jagung, dengan adanya teknologi double track satu lubang diisi satu biji jagung dengan jarak tanam yang lebih rapat pasti akan memberikan hasil yang lebih baik", demikian pernyataan Bapak Thomas Ulu, petani dari Desa Kapitan Meo, Kecamatan Laenmanen, Malaka ketika dilakukan sosialisasi dan simulasi double track oleh Tim Pakar RPM dan peneliti BPTP Balitbangtan NTT pada hari Selasa, 14/11. Hal yang sama diharapkan oleh petani lain yang belum pernah menanam jagung secara berbaris (*/fen).