Kamis, 16 April 2026

Workshop Peningkatan Aksesibilitas dan Amenitas, Jalan ke Istana Ular Harus Diperhatikan

Persoalan infrastruktur jalan dan listrik di Labuan Bajo turut disoroti oleh peserta workshop tentang peningkatan aksesibilitas dan amenitas.

Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Workshop peningkatan aksesibilitas dan amenitas di Hotel Sylvia Labuan Bajo, Kamis (16/11/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Servan Mammilianus

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Persoalan infrastruktur jalan dan listrik di Labuan Bajo dan sekitarnya turut disoroti oleh peserta workshop tentang peningkatan aksesibilitas dan amenitas.

Di antaranya, ruas jalan ke Danau Sanonggoang, air terjun Cunca Wulang dan menuju Istana Ular.

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Sylvia Labuan Bajo, Kamis (16/11/2017).

Sejumlah pelaku pariwisata di Labuan Bajo mengikuti workshop tersebut.

Hadir sebagai pemateri, Staf ahli Menteri Pariwisata Bidang Aksesibilitas, Robert Daniel Waloni; Deputi Manajer Perencanaan Perusahaan PLN Wilayah NTT, Eko Sudaryono; Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mabar, Saverinus Kurniadi dan dari PDAM Wae Mbelling Labuan Bajo, Maksimus.

Pengurus ASITA Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Donatus Mantur meminta Pemerintah Kabupaten Mabar dan Pemerintah Pusat lewat Kementerian Pariwisata untuk intens berkoordinasi demi memperbaiki infrastruktur pendukung pariwisata.

"Infrastruktur menuju obyek wisata di Labuan Bajo sangat memprihatinkan. Seperti kondisi jalan menuju Danau Sano Nggoang, jalan menuju Istana Ular dan kondisi jalan menuju air terjun Cunca Wulang," kata Donatus.

Dia mengusulkan agar perwakilan Kementerian Pariwisata dengan sejumlah kementerian lainnya harus berkantor di Labuan Bajo untuk melihat secara langsung persoalan pariwisata di daerah itu.

"Sehinga setiap tahunnya dilakukan penataan obyek wisata yang ada di Labuan Bajo serta terjadi sinergitas program pemerintah pusat dengan kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat," kata Donatus.

Sementara pencinta lingkungan di Manggarai Barat (Mabar), Marsel Agot, menyoroti penataan lingkungan, lampu penerangan jalan dan ruas jalan dalam Kota Labuan Bajo.

"Kota Labuan Bajo sebagai kota tujuan wisata masih banyak yang harus dibenahi. Seperti penataan jalan dalam kota, penataan lampu penerangan jalan dan penataan lingkungan," kata Marsel.

Menurutnya, masih ditemukan banyak jalan utama yang sering dilewati wisatawan setiap malam tanpa ada lampu penerangan jalan.

"Kita promosi obyek wisata di Labuan Bajo, namun kita lupa menata Kota Labuan Bajo. Ini menjadi masukan untuk Pemerintah," ujar Marsel.

Staf ahli Menteri Pariwisata Bidang Aksesibilitas, Robert Daniel Waloni menyampaikan untuk mendukung aksesibilitas sektor pariwisata di Labuan Bajo diperlukan pembenahan yang didesain sesuai karakter budaya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved