Proyek Advokasi untuk Perubahan - Handicap International Gelar Workshop Bagi Jurnalis

Handicap International (HI) menggelar workshop bagi para Jurnalis di Naka Hotel Kupang, Selasa (7/11/2017).

Proyek Advokasi untuk Perubahan - Handicap International Gelar Workshop Bagi Jurnalis
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
Handicap International (HI) menggelar workshop bagi para Jurnalis di Naka Hotel-Kupang, Selasa (7/11/2017). Workshop ini diikuti oleh jurnalis media cetak, elektronik, online dan juga humas protokoler Kabupaten dan Kota Kupang. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG - Handicap International (HI) menggelar workshop bagi para Jurnalis di Naka Hotel Kupang, Selasa (7/11/2017).

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media cetak, elektronik, online dan juga humas protokoler Kabupaten dan Kota Kupang.

Bertujuan, membangun kesadaran dan pemahaman wartawan tentang situasi kelompok rentan dan kelompok yang sering terpinggirkan dalam masyarakat terkait pelibatan dan keterlibatan mereka dalam proses pembangunan.

HI merupakan sebuah organisasi kemanusiaan internasional yang dibentuk pada tahun 1982 yang bekerja di bidang solidaritas internasional.

HI berfokus pada penyandang disabilitas di 55 negara di dunia.

Di Indonesia HI telah bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI dalam rangka melaksanakan kegiatan yang memungkinkan penyandang disabilitas dan kelompok rentan di Indonesia untuk mendapatkan akses pelayanan yang lebih baik, serta meningkatkan partisipasi mereka dalam kehidupan sosial politik.

Ketua Persani, Fina Bete menjelaskan, kata cacat tidak digunakan lagi karena kata cacat, tidak normal dipakai untuk barang yang rusak. Yang dipakai adalah disabilitas atau penyandang disabilitas.

Deputi Project Manager HANDICAP International NTT, Yohanes M Z Bela, mengatakan, dewasa ini banyak wartawan yang belum sepenuhnya menyadari situasi dari kelompok rentan dan kelompok yang sering terpinggirkan dalam masyarakat dan sangat sedikit memberikan perhatian terhadap mereka.

“Proyek ini akan melibatkan peran media dalam mendorong transparansi pengelolaan keuangan publik dan partisipasi kelompok termarginalkan dalam proses pembangunan,” tuturnya.

Lanjutnya, kegiatan yang dirancang selama dua hari ini merupakan langkah awal menghimpun para jurnalis untuk mengenal lebih dekat tentang proyek Advokasi untuk Perubahan.

“Workshop ini berisi tentang informasi mengenai siapa itu kelompok rentan, hak-hak mereka dalam kehidupan bernegara, tahapan-tahapan perencanaan pembangunan dan kunjungan ke desa/ kelurahan,” katanya.

Dikatakan Yohanes, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi membangun kesadaran dan kapasitas para jurnalis untuk mengenal kelompok rentan dan kelompok yang sering terpingirkan dalam masyarakat.

Juga untuk menyuarakan dalam pemberitaan-pemberitaan di berbagai media massa terkait pentingnya pelibatan dan keterlibatan kelompok rentan dan kelompok yang sering terpinggirkan dalam proses pembangunan di daerah.(*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved