Sembilan Orang PPL Dinas TPHP Kabupaten Malaka Ikut Bimtek dari BBPP Kupang

Kabupaten Malaka ternyata mendapat alokasi terbesar untuk pengembangkan kacang kedelai di NTT. Ini penjelasannya

Penulis: Dion Kota | Editor: Marsel Ali
ISTIMEWA
Peserta bimtek pengembangan tanaman kacang kedelai sedang foto bersama Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang Adang Warya usai Bimtek, Kamis (2/11/2017). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS KUPANG. COM, BETUN - Sembilan orang penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malaka, Kamis (2/11/2017) mengikuti bimbingan teknis (bimtek) terkait pengembangan tanaman kacang kedelai oleh tim dari Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, di aula Dinas TPHP Malaka di Betun.

Sembilan orang tenaga PPL tersebut mengikuti bimtek susulan karena tidak mengikuti Bimtek serupa pada Oktober lalu dengan berbagai alasan.

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang, Adang Warya mengatakan, kegiatan bimbangan teknis tersebut akan dilakukan selama 3 hari ke depan.

Ia menjelaskan, dari 22 kabupaten di NTT, Kabupaten Malaka mendapat kuota pengembangan tanaman kacang kedelai terluas.

Ke depan ia berharap Kabupaten Malaka bisa menjadi sentral tanaman kacang kedelai untuk NTT.

"Kabupaten Malaka mendapat kuota 6.000 hektar area tanam untuk pengembangan tanaman kacang kedelai. Oleh sebab itu, ke depan saya berharap sekali Kabupaten Malaka bisa menjadi lumbung kedelainya NTT," ungkap Adang.

Dirinya berharap, para PPL bisa memanfaatkan bimtek tersebut dengan baik untuk menambah pengetahuan terkait tanaman kedelai dan cara pengembangannya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi kepada para PPL agar lebih bersemangat dan serius dalam pengembangan kacang kedelai di Malaka.

"PPL yang mengikuti bimtek inilah yang menjadi pendamping para kelompok tani nantinya dalam pengembangan kacang kedelai. Oleh sebab itu, PPL harus memiliki ilmu yang cukup dan semangat berlapis untuk bisa memacu para petani di Malaka agar giat bekerja di lahan pertanian," pungkasnya. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved