Berita Timor Rote Sabu

Polisi Tetapkan Tersangka dan Periksa Lima Orang Saksi, Buntut Perkelahian Antar Pemuda di Sesekoe

polisi telah menetapkan satu tersangka atas nama Andreas Taek dan memeriksa lima orang saksi untuk mengembangkan penyidikan

Polisi Tetapkan Tersangka dan Periksa Lima Orang Saksi, Buntut Perkelahian Antar Pemuda di Sesekoe
POS KUPANG/ISTIMEWA
Tersangka penikaman terhadap Julio Da Silva 

POS KUPANG/ISTIMEWA --Tersangka penikaman terhadap Julio Da Silva

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Edy Bau

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA -- Penyidik Polres Belu terus mendalami kasus perkelahian antar pemuda di Sesekoe, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat yang berujung tewasnya, Julio Da Silva pada Selasa (31/10/2017).

Saat ini, polisi telah menetapkan satu tersangka atas nama Andreas Taek dan memeriksa lima orang saksi untuk mengembangkan penyidikan.

"Kita masih lakukan penyelidikan. Kita tidak puas, saya yakin juga tidak hanya sampai di situ. Sudah saya arahkan jangan terpaku pada satu tersangka. Tidak menutup kemungkinan ada yang lain terlibat. Makanya ini lagi didalami," jelas Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan kepada wartawan di Atambua, Rabu (1/11/2017).

Terkait pernyataan dan ultimatum keluarga korban akan melakukan aksi balas dendam jika dalam waktu 1x24 jam para terduga pelaku sudah harus ditangkap, Kapolres mengatakan, dirinya sudah memerintahkan Kasat Reskrim, Iptu Jemy Noke mendatangi keluarga korban untuk menjelaskan tahapan dan proses yang dilakukan polisi.

Kapolres berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan menghimbau masyarakat atau pihak lain khususnya keluarga untuk mempercayakan penanganan kasus itu kepada kepolisian.

Dihimbau juga jangan sampai ada pihak lain yang memanfaatkan momentum ini untuk memperkeruh situasi kamtibmas di Belu.

"Kita akan professional, dan akan berusaha semaksimal mungkin, menggali ataupun mengungkap jika ada tersangka lain. Dan juga jika ada pihak yang lain, proses ini proses hukum, jadi jangan lagi dilawan dengan melanggar hukum. Serahkanlah kepada hukum, baik itu main hakim sendiri, main ancam ataupun hal lain yang merugikan," pungkasnya.

Mengenai motif, Kapolres mengatakan untuk sementara diduga karena salah paham. Karena itu, lanjutnya, penyidik sedang mendalami untuk menetapkan apakah ini pembunuhan berencana ataukah tidak. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Rosalina Woso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved