Selama Ini, Pengusaha Kirim Sapi Dari NTT Menggunakan Kapal Kargo

Terkait pengiriman sapi dari Kupang, ini penjelasan Kepala Kantor PT Pelni (Persero) Cabang Kupang, Ishak Gerald

Selama Ini, Pengusaha Kirim Sapi Dari NTT Menggunakan Kapal Kargo
Istimewah
Kepala Kantor PT Pelni (Persero) Cabang Kupang,Ishak Gerald,

Laporan wartawan Pos Kupang, Benny Dasman

POS KUPANG.COM, KUPANG - Untuk memperlancar angkutan sapi antar pulau di Indonesia, PT Pelni (Persero) berencana akan menambah kapal angkutan ternak di NTT pada tahun 2018.

Kapal ternak tol laut tersebut dapat mengangkut sapi lintas pulau jarak jauh.

"Kapal ternak yang ada sekarang hanya satu unit, KM Camara Nusantara I. Untuk tahun 2018, kita tambah dua kapal lagi. Kebijakan ini dilakukan guna menghemat biaya distribusi sapi yang dinilai masih tinggi di NTT karena menggunakan kapal- kapal kargo," ujar Ishak Gerald, Kepala Kantor PT Pelni (Persero) Cabang Kupang di kantornya, Rabu (25/10/2017).

Ishak yang sebelumnya menjabat Kepala Kantor PT Pelni Cabang Biak menyebut kapasitas angkut masing-masing dua kapal ternak itu nanti sekitar 500 ekor sapi.

Dengan demikian, ke depan, harga daging sapi diharapkan akan dapat dikontrol dengan adanya kapal angkut sapi ini.

Perihal jadwal pengoperasian dua kapal ternak ini, Ishak menyebutnya dua minggu sekali.

Hal ini memberi kemudahan kepada para pengusaha NTT yang selama ini lebih banyak menggunakan kapal-kapal kargo.

Balai Karantina NTT di Tenau mendata ada tiga kapal kargo yang biasa dipakai oleh pengusaha untuk mengirim sapi-sapinya dengan rute Kupang-Surabaya-Jakarta.

Jumlah sapi yang dikirim berkisar 300 sampai 500 ekor yang dimiliki oleh masing-masing pengusaha.

Untuk diketahui, populasi sapi di NTT masih berada di angka normal dan hingga akhir 2015 lalu berada pada angka populasi 902.326 ekor, tersebar di hampir seluruh sentra produksi sapi di NTT.

Dulunya sentra pembibitan sapi di NTT hanya berada di Kabupaten Kupang dan TTS. Namun saat ini mengalami perkembangan hingga menjangkau beberapa daerah di pulau Flores.

Selain Kabupaten Kupang dan TTS, juga sudah ada di TTU, Belu, Malaka dan Rote Ndao. Sedangkan di Pulau Flores sudah ada di sekitar Ngada, Nagekeo, dan Ende.

Penulis: Benny Dasman
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved