Berita Flores Lembata Alor
Wah, Ternyata di Pelabuhan Lanal Maumere Punya 2 Ha Terumbu Karang dan Enam Warna
Hanya butuh waktu 15 menit dari pusat Kota Maumere, sebuah suguhan pemandangan terumbu karang seluas 2 Ha
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Rosalina Woso
Laporan Wartawan Pos-Kupang, Eginius Mo'a
POS-KUPANG.COM | MAUMERE--Satu lagi hamparan panorama bawah laut di Gugus Teluk Maumere, Pulau Flores. Hanya butuh waktu 15 menit dari pusat Kota Maumere, sebuah suguhan pemandangan terumbu karang seluas 2 Ha di area Pelabuhan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Maumere.
Prajurit Lanal Maumere sudah lama mengetahui hamparan ini. Namun baru ini dipublikasikan setelah Mayor Laut (E) Lilik Agus Aryadi melakukan snorkeling, Jumat (13/10/2017) di sekitar Pelabuhan Lanal.
"Luar biasa Teluk Maumere pasca gempa dan gelombang tsunami, 12 Desember 1992. Sepanjang Teluk Maumere ada terumbu karang. Ini menjadi destinasi baru yang paling dekat dengan Kota Maumere," ujar Lilik, mewakili Komandan Lanal Maumere, Kolonel (Marinir) Sumantri, kepada Pos Kupang, Rabu (18/10/2017) di Maumere.
Lilik mengatakan, wisatawan yang menyukai panorama bawah laut tak perlu pergi jauh menikmati pemandangan bawa air.
Dengan kendaraan darat ditempuh sekitar 15 menit menuju Lanal Maumere. Jarak dari pantai ke area terumbu karang sekitar 400-500 meter bisa dilakukan snorkeling.
Hamparan terumbu karang berbagai jenis, kata Lilik, ditemukan pada kedalaman 8-12 meter pada kiri dan kanan dermaga Lanal.
"Terumbu karang ini ada yang sudah jadi besar, ada yang baru mulai tumbuh. Bentuknya juga beragam ada yang seperti meja bulat dan jamur. Warna-warnanya kuning belerang, hijua belerang, biru, merah, ungu dan coklat. Pokoknya bagus sekali. Kaya sekali Teluk Maumere, " kata Lilik menjabat Pasi Intel Lanal.
Menurut Llilik, terumbu karang tumbuh bagus karena belum tercemar limbah dari perusahaan yang membuang limbah ke laut. Danlanal dalam berbagai pertemuan dengan kelompok nelayan mengingatkan para nelayan tidak merusak terumbu karang, membuang sampah, membom ikan dan menangkap ikan dengan bius. Ia juga minta setiap nelayan tidak membuang jangkar.
"Kemungkinan ke depannya kapal-kapal perang TNI AL juga tidak boleh merapat di pelabuhan Lanal. Letak terumbu karang sangat dangkal," ujar Lilik.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/terumbu-karang_20171018_125227.jpg)