Kakek Tewas Ditebas, Polres Sikka: Pelaku Diduga Mengalami Kerasukan
Korban jatuh tidak sadarkan diri di jalan. Beberapa saat kemudian korban meninggal
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Alfons Nedabang
Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Eginius Mo'a
POS KUPANG.COM, MAUMERE - Polisi mengungkap kronologi dan latar belakang pembunuhan Kasianus Mitak, warga Desa Umauta, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka.
Kakek 72 tahun ini tewas bersimbah darah di jalan rabat setelah ditebas dengan parang miliknya yang dirampas pelaku, Kamis (28/9/2017) 14.00 Wita.
Kasianus dibantai Thomas Maurus (38), warga Kampung Habilogut, Desa Nangatobong, Kecamatan Waigete.
Kapolres Sikka, AKPB I Made Kusuma Jaya, S.H, S.IK melalui Kasat Reskrim, AKP Andriz Setyawan, S.H, S.IK mengatakan peristiwa ini berawal ketika korban pulang dari kebun melintasi jalan rabat menuju Kampung Rohe, Desa Umauta.
Baca: BREAKING NEWS: Ditebas dengan Parang, Kakek 72 Tahun Terkapar di Jalan
Dalam perjalanan, korban berpapasan dengan Thomas Maurus.
Thomas baru saja meninggalkan rumah saat ritual adat sedang berlangsung.
Sambil berlari, dia melintasi ruas jalan rabat menuju Kampung Rohe.
Entah mengapa, tiba-tiba Thomas merampas parang dari tangan Kasianus.
Selanjutnya pelaku membacok dan memotong Kasianus secara membabi buta di kepala bagian belakang.
"Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), pelaku bertemu korban yang baru saja pulang dari kebun membawa sebilah parang yang panjangnya sekitar 30 cm. Pelaku langsung merampas parang milik korban dan memotong kepala bagian belakang secara berulang-ulang," jelas Andriz saat dikonfirmasi Jumat (29/9/2017) siang.
"Korban jatuh tidak sadarkan diri di jalan. Beberapa saat kemudian korban meninggal," tambahnya
Adriz mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, pelaku diduga mengalami kerasukan.(*)