Berita Timor Rote Sabu
Komunitas Pemuda TTS Ancam Turun Tangan Selesaikan Masalah Stkip
Jika Pemkab dan DPRD TTS membiarkan persoalan Stkip di TTS ini berlaut-larut maka Komunitas Pemuda TTS mengancam akan turun tangan.
Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: omdsmy_novemy_leo
Laporan wartawan pos kupang.com, novemy leo
POS-KUPANG.COM, SOE – Jika Pemkab dan DPRD TTS membiarkan persoalan Stkip di TTS ini berlaut-larut maka Komunitas Pemuda TTS ‘mengancam’ akan turun tangan.
Demikian penegasan admin Komunitas Pemuda (KP) TTS, Charles Lakapu bersama anggota lainnya, di markas KP TTS di SoE, Senin (18/9/2017) di Markas mereka di SoE.
Hadir saat itu anggota lainnya seperti Mhardon Nenohai, Moen Seki, Yuptan Banunaek, Mhks Faot, Anis Selan, Ima Fatu Kolo dan Eli Neonufa. Lexi Tamonob.
Menurut Charles Stkip Nusa Timor dan Stkip Timor Indonesia diduga melakukan penipuan terhadap mahasiswa. Stkip Nusa Timor melakukan proses perkuliahan tahun 2011 padahal ijinnya baru keluar tahun 2014.
“Konsekuensi logis untuk menutupi kesalahan dari Nusa Timor, Pak Yulius Amtiran sebagai rektor mencetak 77 ijasah palsu untuk menyakinkan anak-anak. Kenapa ijasah palsu karena nomor seri dari ijsah anak anak ini tidak terkonek di dikti, itu keslahan fatal yang dibuat oleh stikip Nusa Timor,” kata Charles.
Dan kesalahan Stkip Timor Indonesia, kata Charles, belum ada ijin dari dikti tapi sudah melakukan wisuda terhadap 179 mahasiswa yang adalah mahasiwa Stkip Nusa Timor. “Berani beraninya mereka meluluskan 179 anak tanpa proses kuliah di Timor Indonesia,” kata Charles.
Charles berharap Pemkab TTS dan DPRD TTS bisa melihat masalah Stkip ini bukan hanya menjadi masalah pemuda TTS tapi menjadi masalah bersama yang harus segera diselesaikan. “Saya pikir mereka anggap persoalan ini biasa biasa saja,” kata Charles.
Pemkab TTS diminta membangun komunikasi dengan Pemprop NTT dan DPRD NTT dan membawa masalah ini ke Dirjen Kemenristek. “Jangan biarkan pemuda TTS yang pergi ke menristek lagi atau kalau tidak sanggup ya kasih saja uang kesini supaya kami pergi atur ke kemenristek di lantai 7. Kita selesaikan itu kita bisa membawa semua keputusan, tutup sekolah ini,” kata Charles.
Mhardon mengungkapkan wisuda 179 mahasiswa Stkip Nusa Timor oleh mantan Puket 1 Nusa Timor, Pdt. Jibrael Tunliu yang sudah menjadi ketua Stikip Timor Indonesia, tanggal 22 Juni 2017 adalah tindakan penyesatan. “Karena yang kami ketahui, Stkip Timor Indonesia sedang proses perijinana, bagaimana mungkin satu lembaga pendidikan sudah mewisuda orang sementara proses ijinnya sedang diurus,” ungkap Mhardon.
Lexi mengaku telah membawa persoalan ini ke komisi 4 DPRD TTS bahkan ketua DPRD juga hadir tapi persoalan stkip belum juga diselesaikan. “Itu artinya DPRD tidak serius. Begitupun pemeirntah dalam hal ini kesbangpol yang tidak maksimal melakukan pengawasan terhadap lembata pendidikan tinggi di TTS. Masa sebuah akademik yang berdiri sudah hampir 7 tahun tapi pemda belum tahu kalau terjadi persoalan. Legal standingnya belum jelas, tapi pemerintah belum tahu, itu artinya kemampuan intelengennya diragukan,” kritik Lexi.
Menurut Eli Neonufa hingga kini Pemuda TTS masih melaukan upaya persuasive agar tidak timbul konflik horizontal. “Kita tidak menginginkan terjadinya konflik horizontal di masyarakat baik kubu timor Indonesia maupun Nusa Timor itu sendiri. Ketika bupati sudah menyatakan sikap bahwa PT yang mewisudakan anak-anak itu adalah abal-abal maka harusnya legislatif bisa memprosesnya atau bupati dalam hal ini kesbangpol bergerak,” kata Eli.
Imanuel fatukolo berharap agar pemerintah bisa tegas lewat dinas pendidikan agar memberikan warning kepada lembaga pendidikan mulai Paud, TKK maupun SD untuk tidak menerima alumni dari kedua stkip, yakni Stkip Timor Indonesia dan Stkip Nusa Timor. “Sampai kedua lembaga pendidikan ini secara legal dalam hal ini legal saat memperoleh ijin juga bisa memenuhi syarat untuk mewisudakan mahasiswanya,” kata Imanuel.
Untuk diketahui meski belum diwisuda, mahasiswa angkatan 2011 Stkip Nusa Timor sudah membagikan sejumlah ijasah kepada mahasiswa dimaksud. Ternyata nomor seri ijasah itu tidak konek dengan dikti. Berbagai polemic di Stikip Nusa Timor antara Ketua Stikip Nusa Timor, Pdt. Yulius Amtiran dengan Puket 1, Pdt. Jibrael Tunliu, menyebabkan Tunliu keluar dan membentuk Stkip Timor Indonesia.
Pdt. Yulius Amtiran mengaku belum bisa mewisuda mahasiswa angkatan 2011 sebab ijin operasionalnya baru terbit tahun 2014. Nomor seri pada ijasah dimaksud belum konek dengan dikti, kata Yulius, karena pihaknya belum melaporkan nim dan data mahasiswa ke dikti.
Pada Bulan Juni 2017, Tunliu mewisuda 179 mahasiswa Stikip Nusa Timor dengan alasan untuk menyelamatkan mereka. Menurut Tunliu, kegiatan ini dilakukan karena dia sudah berkordinasi dengan dikti dan kopertis VIII. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/charles-lakapu-1_20170920_124312.jpg)