Berita Timor Rote Sabu

Dinas P3A TTS Seperti Bayi Baru Lahir. Apa Artinya?

Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) TTS, Robinson Liunokas mengatakan, DP3A TTS ibarat bayi baru lahir.

PK/VEL
Robinson Liunokas 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, SOE – Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) TTS, Robinson Liunokas mengatakan, DP3A TTS ibarat bayi baru lahir. Dia memburhkan perhatian dan pengasuhan yang baik.

“Ibarat bayi baru lahir, DP3A TTS membutuhkan pengasuhan yang baik sehingga dapat bertumbuh secara sehat,” kata Robinson, belum lama ini.

Robinson mejelaskan, DP3A menjadi dinas ketika berbagia regulasi baru direspon positif oleh pemda sehingga dipandang perlu kabupaten ini perlu ada dinas P3A, dengan Peraturan bupati nomor 71/2016.

“Awalnya P3A adalah bidang yang bergabug dengan badan pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana di kabupaten. Dan dalam perjalanan waktu, P3A berdiri sendiri menjadi dinas yang dilengkapi struktur organisasi dan efektif berlaku Februari 2017,” kata Robinson.

Tentunya dengan kondisi yang masih baru ini, demikian Robinson, DP3A masih penuh dengan keterbatasan dan kekurangan sarana prasarana dan fasilitas pendukung.

“Bisa bilang penuh keterbatasan dan kekurangan dalam menggerakan organisasi untuk bisa bergerak dan maju. Disana sini masih ada yang kurang kurang. Seperti perlengkapan alat perkantoran maupun sarana prasaran yang lain untuk mendukung laju pelayanan,” kata Robinson.

Kondisi ruang pelayanan koban yakni P2TP2A yang berdampingan dengan DP3A, masih memrihatinkan.

“Kondisinya membutuhkan perhatian untuk direhab, minimal memperbaiki sehingga ketika ada pengaduan dan ada masalah yang harus ditangani secara privatisasi, korban bisa nyaman berada disana,” kata Robinson. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved