Berita Timor Rote Sabu
Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan di Tubuh Anggota Kodim Belu yang Tewas di Hotel Liurai Atambua
Dari hasil olah TKP dan pengamatan luar, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban
Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Rosalina Woso
Laporan Wartawan Pos-Kupang, Edy Bau
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA--Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) Hotel Liurai Atambua sebagai tempat ditemukannya anggota Kodim Belu yang tewas pada Selasa (5/9/2017) malam.
Dari hasil olah TKP dan pengamatan luar, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolres Belu AKBP Yandri Irsan melalui Kasat Reskrim Jemy Noke yang dihubungi Pos Kupang, Rabu (6/9/2017) pagi mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban.
"Namun di kamar ditemukan minuman dan obat-obatan. Dari pengamatan luar tidak ada tanda kekerasan," jelasnya.
Terkait infomrasi yang berkembang bahwa korban over dosis, Kasat Reskrim mengatakan belum bisa dipastikan karena yang ditemukan saat itu hanyalah minuman jenis orange jus, sprite, air mineral dan obat jenis procold.
"Jenasah sudah divisum dan saat ini sudah di rumah korban. Kita masih terus koordinasi dengan keluarga korban untuk mengetahui riwayat penyakitnya karena isteri dan keluarganya tidak mau diotopsi," ungkapnya.
Untuk diketahui, Anggota TNI Kodim Belu atas nama Serda Hermenegildo de Jesus ditemukan tewas di kamar nomor 1 Hotel Liurai Atambua pada Selasa (5/9/2017) sekitar pukul 21.45 wita.
Korban bertugas di Koramil Wedomu, Kecamatan Tasifeto Timur dan beralamat di Kampung Asuulun, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Atambua Selatan.
Korban ditemukan tewas dalam posisi tidur terlentang dan hanya mengenakan celana pendek tanpa baju. (*)