Tragis! Murid Paud Dicabuli Hingga Tidak Bisa Bangun
Miris memang kejadian seperti ini. Anak Balita ini tidak bisa jalan setelah diperlakukan tidak senonoh
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Marsel Ali

Laporan wartawan Pos Kupang, Eginius Mo'a
POS KUPANG.COM, MAUMERE - Kasus kekerasan seksual menimpa anak perempuan di bawah umur kembali terjadi di wilayah Kepolisian Sektor (Polsek) Waigete.
Murid pendidikan usia dini (PAUD), Bunga (bukan nama sebenarnya,Red) di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Kamis (31/8/2017) diduga dicabuli oleh Muhammad Rafli (20) warga setempat.
"Setelah laporan ini, kami terima dan korban diperiksa, polisi langsung tangkap dan menjebloskan pelaku ke tahanan di Polsek Waigete. Kasus kekerasan seksual terjadi di Polsek Waigete cukup tinggi," kata Kapolsek Waigete, Iptu Sipri Raja, mewakili Kapolres Sikka, AKBP I Made Kusuma Jaya, S.H,S.IK, Selasa (5/9/2017) di Maumere.
Sipri menjelaskan, percabulan terjadi hari Kamis (31/8/2017) sekitar pukul 12.00 Wita di rumah korban di Nangahale.
Musibah itu bermula ketika Rafli datang ke rumah korban untuk minta makan siang.
Ibu korban yang tak menaruh curiga apapun kepada Rafli, yang diketahui sebagai adik tiri suaminya mengatakan kepada pelaku, agar lihat sendiri saja makan di dapur.
Ibu korban lalu meninggalkan rumah dan pergi ke rumah tetangga.
Ketika kembali ke rumahnya, kata Sipri, ibu korban menyaksikan korban menangis dan tidak bisa jalan.
Ia menanyakan apa gerangan yang menimpa anaknya dijawab polos telah digagahi Rafli. Perempuan kecil dibiarkan menangis di tempat tidur ditinggalkan Rafli.
Sipri mengatakan korban mengalami trauma yang sangat hebat akibat kejadian ini. Perlu waktu yang cukup untuk memulihkan keadaan korban.
Sipri, mengaku tak habis pikir dengan semakin sering kasus kekerasan seksual yang terjadi di wilayah Polsek Kewapante meliputi Kecamatan Waigete, Talibura dan Waiblama.
Penyuluhan diberikan hampir merata kepada segenap elemen masyarakat dan desa, namun kasus kekerasan seksual justru makin sering.
Ia menduga makin tinggi angka kekerasan seksual di masyarakat karena kemudahan akses internet dan pemilikan HP android yang bisa dimiliki oleh siapa saja.
"Orang di kampung punya android, dia bisa akses apa saja yang diinginkan yang memberi dampak kepada mereka. (*)