Direktur RSUD Atambua Bantah Ada Permainan Agar Pasien Membeli Obat di Apotik Tertentu

Ini penjelasan dari Direktur RSUD Mgr Gabriel Manek, SVD terkait dengan stok obat yang dikeluhkan sering habis

Direktur RSUD Atambua Bantah Ada Permainan Agar Pasien Membeli Obat di Apotik Tertentu
Pos Kupang/Edy Bau
drg Ansila Mutik

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA - Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, drg. Ansilla Mutik membantah jika ada permainan agar terkesan persediaan obat di apotik rumah sakit selalu kosong sehingga pasien peserta BPJS tetap membeli obat pada apotik tertentu di luar apotik rumah sakit.

"Oh tidak begitu," jawabnya saat ditanyai Pos Kupang, Senin (4/9/2017).

Dijelaskannya, pengadaan obat pada apotik rumah sakit itu dilakukan secara online menggunakan sistem E-Katalog.

Sehingga terkadang saat akan dipesan, ternyata persediaan obat yang dibutuhkan itu sedang kosong atau tinggal sedikit.

"Kita juga tidak bisa memastikan bahwa penggunaan jenis obat tertentu dalam minggu ini tinggi," jelasnya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi kehabisan obat, dirinya selalu meminta agar segera dilakukan pengadaan.

"Begitu ada laporan bahwa tidak ada, saya langsung minta agar diadakan," ujarnya.

Dia mengakui hingga saat ini belum menemukan sistem yang tepat untuk mengatasi kehabisan obat-obatan. Namun, pihaknya sedang berusaya membangun kerjasama dengan pihak lain yang bisa memasok obat-obatan sexara rutin ke apotik tersebut.

Sebelumnya, ada warga Atambua yang mengeluhkan mengapa obat di apotik rumah sakit umum Atambua sering kosong.

Mereka merasa kecewa karena kartu BPJS yang mereka pegang dan harus membayar iuran setiap bulan ternyata tak berguna karena harus mengeluarkan uang membeli obat-obatan di apotik luar. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved