Sirih Pinang Jadi Surat Undangan dalam Tradisi Masyarakat Boru Kedang-Flotim

Ippy Mau suaminya menjelaskan sirih pinang media yang dipertahankan dalam tradisi masyarakat setiap kali mengundang tamu.

Penulis: Felix Janggu | Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Olin Uran (kanan) menyerahkan undangan (rekadu) berupa Sirih-Pinang kepada Silvester Petara Hurit di Duta Kafe Larantuka, Rabu (30/8/2017). 

"Bisa juga orang muda, tapi biasanya suami istri. Karena orang muda secara budaya belum bisa mewakili untuk menyampaikan pesan acara adat seperti itu," kata Ippy Mau.

Ippy Mau menjelaskan tiga unsur yang terkandung dalam upacara adat Pati Ea, yakni Orin Mobo (pondok di kebun), Uma Wanan Tuak Wutun (iris tuak di kebun) dan ketiga Maten Potat Mut Maran.

Orin Mobo mengandung makna kehidupan luhur manusia di dalam rumah serta segala aktivitas lain manusia di dalam rumah.

Ippy Mau menjelaskan Uma Wanan Tuak Wutun, artinya selain mendapatkan sesuatu dari perkebunan, masyarakat juga bisa mendapatkan memiliki aktivitas lain yakni iris tuak.

Acara puncaknya, Maten Potat Mut Maran, bahwa mereka yang diupacarakan pada Pati Ea sudah diselamatkan.

Mereka yang diupacarakan yakni orang-orang yang meninggal dunia dan harus digelar upacara Pati Ea, agar jiwa-jiwa mereka selamat dan duduk di sisi kanan Allah di Surga. (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved