Berita Kota
PAUD Madre Arcuccu Diresmikan
Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti ini diawali dengan Misa Syukur
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
Dikatakannya, pendidikan anak usia dini tidaklah cukup dengan memberikan atau mengajar mereka membaca atau menulis, mengenal huruf dan nama-nama buah/binatang.
Tetapi lebih dari itu adalah memberi mereka kesan dan pemahaman betapa mereka sangat dicintai orangtua mereka dan juga Tuhan, mendidik mereka untuk menjadi anak-anak yang smart yang beriman kepada Tuhan yang Maha Esa dan berguna bagi keluarga, sekolah, gereja, bangsa dan negara, saling mencintai dan menghargai.
Jumlah anak-anak PAUD pada tahun 2015 berjumlah 21 anak, 2016, 41 anak dan 2017, 48 anak.
Peresmian ini juga ditandai dengan pengguntingan pita. Djama Mila Meha, mengatakan pembangunan ini menyatukan tekad dan komitmen peningkatan pendidikan di kota ini.
Langkah yang diambil suster harus dihargai dan dipahami betul ini tidak salah tapi tepat.
"Inilah mereka yang jadi walikota dan gubernur persiapkan dari sekarang. Dunia anak adalah dunia yang indah dan penuh kepolosan. Pola asuh tumbuh kembang anak yang baik menjadi generasi berkualitas," tuturnya.
Ia mengatakan di kalangan masyarakat kota masih ada kecenderungan tanggung jawab anak adalah tanggung jawab sekolah dan guru sementara mereka tidak ada tanggung jawab.
Mereka tahu guru semua guru punya tanggung jawab. Ini di kota. Apalagi di di pedesaan. Tanggung jawab pendidikan tidak hanya tanggung jawab sekolah, tapi juga orangtua.
Dalam sambutan Walikota, kata Djama, berpesan agar peserta didik mengembangkan potensinya hingga memenuhi harapan orangtua.
Para pengajar pun harus menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menyenangkan, sehingga anak-anak merasa tertarik.
Pemerintah berharap suster bisa menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, menyenangkan dan kondusif. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/djama-mila-meha_20170829_090635.jpg)