Diduga Babi Penyakit Dibagikan ke Kelompok Tani di Maumere
Terkait bantuan ternak babi di Kabupaten Sikka, warga mengeluh mendapatkan babi diduga penyakitan
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Marsel Ali
Laporan Wartawan Pos Kupang,Eginius Mo'a
POS KUPANG.COM, MAUMERE - Mama Agnes Sisilia, warga Kampung Hoba, Kelurahan Nangalimang, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Propinsi NTT, sudah setahun menantikan pembagian anak babi dari pemerintah Kabupaten Sikka untuk dipeliharanya.
Dua minggu silam, Agnes bersama tujuh anggota menerima 14 ekor anak babi betina, namun anak babi yang dikirim itu kondisinya tidak sehat. Babi berusia sekitar tiga bulan, tiga ekor mencret dan beberapa waktu kemudian mati.
"Waktu diantar sekitar dua minggu yang lalu, anak babinya tampak kurang sehat. Ada tiga ekor menceret, malas makan, sering menggigil dan kemudian mati. Petugas peternakan sudah pernah datang suntik, tapi babinya mati," ujar Agnes, kepada Pos Kupang, Senin (28/7/2017) siang di Kampung Hoba, 6 Km arah barat Kota Maumere.
Agnes menuturkan, Kelompok Gai Epan, yang dipimpinnya menerima 14 ekor anak babi telah mati tujuh ekor. Dua ekor yang dipelihara di rumahnya juga sering menceret dan tampak mengigigil.
"Semua anak babi yang kirim, kondisinya sama semua. Menceret, menggigil kemudian mati. Kami sudah lapor ke Pemerintah Kelurahan Nangalimang," ujar Agnes.
Di Kelompok Sedang Mekar, Kelurahan Nangalimang, Egenius Paru, dan Agustinus Polus, masing-masing menerima dua ekor anak babi betina.
Dua ekor milik Egenius, telah mati, sedangkan dua ekor milik Agustinus, seekor mati hari Sabtu dan seekor lagi mengalami menceret, badan menggigil, rahang bengkak dan badanya tampak merah.
"Pada waktu diantar ke sini, badan babi sudah gemetar. Kondisnya semuanya sama, tubuhnya keluar bintik merah seperti lebam kemudian mati," ujar Agustinus memperlihatkan babi di kandangnya. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/babi_20170828_165341.jpg)