Bertemu Polisi di Kantor DPRD Belu, Keluarga Joao Vicente Minta Pelaku Segera Ditangkap
DPRD Kabupaten Belu ternyata mampu memfasilitasi keluarga korban pembunuhan dan polisi. Ini perkembangan terakhirnya
Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Marsel Ali
Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau
POS KUPANG.COM, ATAMBUA - DPRD Belu melalui Komisi I berhasil memfasilitasi pertemuan antara Keluarga korban pembunuhan dari Joao Vicente dengan pihak Polres Belu, Rabu (23/8/2017).
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Wakil Ketua DPRD Belu ini, belasan keluarga korban yang diwakili Jorge Tavares, Alarico B. Olivera dan Ano menyampaikan banyak hal terkait penanganan kasus tersebut.
Mereka mempertanyakan apakah kasus tersebut kasus pembunuhan atau kasus perselingkuhan, juga dipertanyakan mobil milik Ketua LVRI Belu yang sudah diamankan polisi, juga keberadaan ponsel milik korban dan juga pisau milik korban.
Selain itu, mereka mendesak agar polisi segera menangkap salah satu pelaku atas nama MM yang sampai saat ini masih bebas berkeliaran.
Menurut salah satu perwakilan keluarga korban, Ano, keluarga korban mengapresiasi kinerja polisi dan berharap kasus itu segera dituntaskan.
Terkhusus pelaku yang masih berkeliaran karena mereka mendapat informasi pelaku sempat terlihat di sekitar kilometer 16 jurusan Atambua-Kupang.
Kepada perwakilan keluarga korban, KBO Reskrim Polres Belu, I Wayan Budiasa menjelaskan, kasus yang ditangani saat ini adalah kasus pembunuhan.
Untuk mobil milik Ketua LVRI, Polisi menjelaskan, mobil itu diamankan karena digunakan untuk tindak pidana. Terkait keberadaan ponsel milik korban, Wayan menjelaskan, saat ini sedang diteliti di Kupang.
Sedangkan keberadaan pisau milik korban, dijelaskan pula, sedang dalam proses pencarian oleh polisi karena masuk dalam barang bukti.
Terkait pelaku MM, Wayan mengatakan sempat dikejar sampai Kupang namun belum ditemukan.
Ketua Komisi I DPRD Belu, Marten Naibuti kepada wartawan usai pertemuan mengatakan, DPRD sifatnya menfasilitasi agar proses klarifikasi itu berjalan.
Dia meminta pihak keluarga korban menahan diri dan jangan sampai melakukan tindakan main hakim sendiri. Serta mempercayakan proses penangananya kepada polisi.
"Polisi ini sedang bekerja, kita percayakan mereka dan meminta agar bekerja secara profesional," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/keluarga_20170823_160635.jpg)