Orangtua Rensiana Jedo Wolor Terus Menangis dan Tak Berkomentar

Rensi adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak laki-lakinya merantau di Papua dan adiknya masih bersama kedua orangtuanya.

Penulis: Felix Janggu | Editor: Agustinus Sape
Facebook/Yunan ReAng SlenDro
Warga sedang mengurus jenazah Rensiana Jedo Wolor setelah tali dilepaskan dari lehernya, Senin (8/7/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Yoseph Rasa Wolor dan Margaretha Kiwang Pukan tak bisa berbicara. Keduanya bahkan tidak mau membahas nasib putri mereka Rensiana Jedo Wolor yang diinformasikan meninggal di Malang, Jawa Timur, Senin (7/8/2017).

Kepala Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur (Flotim) Basilius Naya de Ornay per telepon Senin malam (7/8/2017) mengungkapkan korban baru saja pulang liburan.

"Tanggal 2 dia keluar dari sini (Watobuku, Desa Waiula). Tanggal 3 dini hari dia naik kapal dari Maumere ke Surabaya, tanggal 5 dia ke Malang dan tanggal 6 kami dengar dia meninggal," kata Basilius.

"Dia pergi ke sana hanya untuk meninggal. Orangtuanya di sini tidak bisa bicara. Mereka hanya mau mayatnya dibawa pulang," kata Basilius.

Rensi adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak laki-lakinya merantau di Papua dan adiknya masih bersama kedua orangtuanya.

Basilius mengungkapkan orangtua korban belum bisa membahas apa-apa terkait masalah yang menimpa putri mereka.

"Banyak yang kontak ke sini, tapi lewat saya. Mereka tidak bisa bicara," kata Basilius.

Keseharian kedua orangtuanya, kata Basilius, adalah bertani. Kadang serabutan berjualan ikan dan kios kecil-kecilan.

Beban keluarga yang tengah dipikirkan adalah biaya mengantar pulang jenazah putri mereka dari Malang ke Flotim.

"Kita percayakan orang di sana. Keluarga dekat tidak ada di sana. Semoga malam ini sudah beres semua administrasi, besok jenazah diterbangkan dari Surabaya ke Kupang dan langsung ke Larantuka," kata Basilius.

Taksiran biaya yang harus dikeluarkan keluarga ini Rp 25 Juta. Keluarga sedang berembuk memikirkan biaya itu.

Baca: Rensiana Jedo Wolor Disebut Tewas Gantung Diri, Netizen Merasa Janggal Setelah Melihat Foto-fotonya

"Dia hanya pergi untuk mati di sana. Tanggal 5 tiba dan tanggal 6 dia mati," kata Basilius dengan nada sedih.

Ia berharap semua rencana pemulangan jenazah tidak ada hambatan. Permintaan otopsi terpaksa tidak dikabulkan keluarga karena tidak ada biaya.

"Cukup visum saja. Selanjutnya, apa saja yang dilapor polisi keluarga terima. Yang penting bagi keluarga jenazahnya dibawa pulang," kata Basilius.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rensiana ditemukan tewas dalam keadaan gantung diri di sebuah rumah kos di Jl Klayatan Gang 3 No 19 Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malng, Senin (7/8/2017). (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved