Brigjen Teguh Ungkap Dua Masalah Perbatasan RI dan Timor Leste

Sejauh ini terdapat dua masalah yang mengganggu kondusifitas perbatasan antara Republik Indonesia dengan Republik Democratica de Timor Leste (RDTL).

Brigjen Teguh Ungkap Dua Masalah Perbatasan RI dan Timor Leste
POS KUPANG / GAUDIANO COLLE
MATERI PERBATASAN -- Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa Membawakan Materi Dalam Rakor Perbatasan

POS KUPANG.COM, KUPANG - Sejauh ini terdapat dua masalah yang mengganggu kondusifitas perbatasan antara Republik Indonesia dengan Republik Democratica de Timor Leste (RDTL). Dua masalah itu adalah Unsolved Segment dan Unsurveyed Segment. Keduanya merupakan problem.

"Unsolved Segment adalah permasalahan yang timbul karena Republik Indonesia dengan RDTL belum menyepakati garis perbatasan. Sedangkan Unsurveyed Segment itu, perbatasan sudah disepakati oleh RI dan RDTL, namun belum diakui oleh masyarakat,"

Hal tersebut diungkapkan Brigadir Jendral TNI Teguh Muji Angkasa saat menyampaikan materi tentang Permasalahan di Perbatasan NTT dan Dinamikanya, di Forum Rapat Koordinasi Pengamanan Perbatasan Negara di NTT, pada Senin, (31/07/2017) yang digelar Kementerian Pertahanan RI Direktorat Jendral Strategi Pertahanan, yang bertempat di Swiss-Bellin Hotel Kupang.

Untuk Unresolved Segment, wilayah yang tercakup di dalamnya adalah Noelbesi/Citarana di Kabupaten Kupang, dengan luas mencapai 1069 hektare. Daerah kedua adalah Bijael Sunan Oben, terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara, dengan luas wilayah mencapai 142,6 hektare.

"Noelbesi itu daerah subur. Selain itu, strategis untuk militer," lanjutnya. Sedangkan Unserveyed Segment, daerahnya mencakup Subina dengan luas 206 hektar, Pistana dengan luas 142 hektar, Haumeniana-Nefo Numfo dengan luas 107 hektar, dan Tubu-Nilulat dengan luas mencapai 130 hektare. Keempatnya merupakan tanah sengketa adat. (bb)

Penulis: Gaudiano Colle
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved