Beginilah Sosok Koperasi yang Dipercaya Masyarakat
Sebab, pertumbuhan dan kuatnya perekonomian nasional akan ditopang oleh geliat perekonomian masyarakat yang tergabung
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM - Tanggal 12 Juli merupakan hari ulang tahun (HUT) ke 70 Koperasi di Indonesia. Pada tahun 2017 ini, Koperasi Indonesia merayakan HUT ke 70. Secara nasional, kegiatan HUT dilaksanakan di Makasar, Sulawesi Selatan. Sedangkan di NTT akan dipusatkan di Mbay, Kabupaten Nagekeo yang akan dirayakan tanggal 27 Juli 2017.
Begitu pentingnya, keberadaan koperasi di Indonesia, sehingga Presiden Jokowi terbang dari Sumba Barat Daya (SBD) untuk merayakan HUT Koperasi di Makasar.
Presiden Jokowi memang sangat peduli dengan upaya peningkatan perekonomian masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan apapun yang terkait dengan mendorong perekonomian masyarakat pasti akan didorong Presiden.
Sebab, pertumbuhan dan kuatnya perekonomian nasional akan ditopang oleh geliat perekonomian masyarakat yang tergabung dalam usaha menengah dan kecil. Koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional tentu memiliki peran yang tidak kecil dalam perekonomian Indonesia.
Untuk tingkat NTT, animo masyarakat untuk bergabung ke koperasi begitu tinggi. Data per 31 Desember 2015 menyebutkan, jumlah koperasi di NTT mencapai 3.707 unit koperasi. Namun dari jumlah tersebut terdapat 557 unit koperasi yang dinyatakan tidak sehat. Data per tanggal 31 Desember 2016 jumlah koperasi meningkat menjadi 4.059 unit koperasi.
Dari jumlah koperasi tahun 2015 tersebut, modal koperasi di seluruh NTT tercatat mencapai Rp 5 triliun dengan jumlah modal luar sebesar Rp 2 triliun dan modal sendiri Rp 3 triliun, dengan pencapaian volume usaha produktivitas sebesar Rp 6 triliun.
Di tengah pertumbuhan koperasi dan modal yang dimiliki, tentunya keberadaan koperasi tidak bisa dianggap sepele pada level perekonomian di NTT dengan aset yang begitu besar. Secara kasat mata kita melihat begitu banyak koperasi-koperasi baru dan berkembangnya koperasi yang telah lama berdiri.
Kendati demikian, perlu kiranya kewaspadaan bagi masyarakat. Pilihlah koperasi yang memiliki reputasi yang bagus atau koperasi yang sehat.
Sebab, harus diakui masih ada juga oknum-oknum tertentu yang menjadikan koperasi sebagai upaya mengumpul uang warga guna memperkaya diri. Dengan demikian, masyarakat kita akan mengalami kerugian.
Kasus-kasus seperti ini dulunya sering kita dengar bahkan masih ada gemanya sekarang ini. Hal inilah yang menyebabkan warga enggan memilih koperasi sebagai tempat mengembangkan ekonominya.
Oleh karena itu, pada HUT ke 70 ini kita berharap koperasi semakin sehat dan dipercaya masyarakat dengan membenah diri secara terus menerus, menggelar rapat atau RAT secara rutin sehinggga kepercayaan masyarakat semakin tinggi dan minat masyarakat untuk bergabung di koperasi juga semakin tinggi. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/logo-koperasi_20170228_121214.jpg)