Pejabat Mendikbud Sosialisasi Kebijakan Lima Hari Sekolah di Larantuka
FGD mendiskusikan bagaimana mensinergikan pogram prioritas nasional dengan pemangku pendidikan di daerah
Penulis: Felix Janggu | Editor: Alfons Nedabang
Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Felix Janggu
POSKUPANG.COM, LARANTUKA -- Staf khusus Mendikbud Bidan Kerja Sama Antar Lembaga Fajar Riza Ul Haq bersama tim SKM Ilham Ramdhani, Zaidi Bassiturizak dan Rina Susilawati (Biro Umum) Kemendikbud melakukan sosialisasi program strategis Kementerian Pendidikan RI di Kota Larantuka Flores Timur Selasa (18/7/2017).
Sosialisasi dikemas dalam focus grup discussion (FGD) yang menghadirkan stakeholder pendidikan di Flotim. FGD digelar di Hotel Geo Permai Larantuka.
FGD mendiskusikan bagaimana mensinergikan pogram prioritas nasional dengan pemangku pendidikan di daerah.
Wakil bupati Flotim Agustinus Payong Boli yang menutup kegiatan itu menyayangkan Kepala Dinas PPO dan para kepala sekolah yang diundang dalam diskusi itu tidak hadir.
Staf khusus memendikbud Fajar kepada Pos Kupang menjelaskan FGD itu sebagai sosialisasi dan menjaring aspirasi stakeholder pendidikan di daerah.
Fajar mengungkapkan kementerian pendidikan memiliki misi memperluas akses masyarakat luar jawa akan kebijakan strategis kementerian pendidikan.
Fajar mengatakan FGD sengaja mengambil Kota Larantuka karena Flotim dinilai bisa mewakili problematika pendidikan di Indonesia Timur.
"Kementeriaan jaring aspirasi dan berkomitmen melakukan pemerataan akses pendidikan program kementerian," kata Fajar.
Jelas Fajar FGD itu menyosialisasikan program strategis kementerian. Tiga program prioritas kementerian yakni persiapan askes sekolah bagi masyarakat kurang mampu dengan program Kartu Indonesia Pintar atau KIP.
Jelas Fajar untuk seluruh Indonesia per tahun 2016, pemerintah telah menyalurkan 17,9 juta kartu bagi siswa kurang mampu.
"Dari jumlah itu Flotim baru dapat KIP sebanyak 28.000 siswa dari total jumlah siswa 58.000," kata Fajar.
Program strategis kedua yakni revitalisasi pendidikan kejuruan. Ada banyak SMK, kata Fajar tapi belum siap kerja.
"Harapan SMK tingkatkan kualitas lulusan supaya siap serap di dunia kerja. SMK cetak lulusan siap kerja, bukan nganggur," kata Fajar.
Program ketiga penguatan pendidikan karakter. Sesuai permen Nomor 23 Tahun 2017 mengenai lima hari sekolah, pemerintah akan menguatka pendidikan karakter SD, SMP dan SMA.
"Fokus kita di SD dan SMP minimal penguatan 70 persen karakter di sekolah," kata Fajar.
Pendidikan karakter memiliki lima nilai prinsip yakni kerja keras, berintegritas, nasionalisme keberagaman dan kemandirian.
"Lima nilai karakter ini prinsip yang harus ditanam di sekolah. Mengintegrasikan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler.
"Pendidikan anak harus diintegrasikan dengan lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat,' kata Fajar.
Fajar berharap sekolah-sekolah yang sudah siap,bisa terapkan lima hari sekolah. Kuatkan pendidikan karakter.
"Tapi tentu kebijakan ini sifatnya tidak memaksa. Kita sudah bicara dengan bupati, beliau dukung penerapan pendidikan karakter di sekolah," kata Fajar.
Fajar mengungkapkan terdapat lima sekolah di Flotom telah menyatakan siap menerapkan lima hari sekolah. Salah satunya SMAK Frateran Podor Larantuka.
"Penerapan lima hari sekolah mengakomodir pendidikan karakter, termasuk nilai karakter sesuai budaya lokal,"kata Fajar.
Fajar mengungkapkan Provinsi Riau dan NTB sudah menerapkan lima hari sekolah. Dan 20 daerah lain di seluruh Indonesia sudah menerapkan lima hari sekolah.(*)