Senin, 13 April 2026

Sebelum Tewas Ditabrak Mobil, Bocah SD Ini Sempat Cium Tangan Ibunya

Seorang bocah SD tewas seketika ketika ia ditabrak mobil saat lagi bersepeda untuk membeli nasi goreng

Editor: Marsel Ali
Autoevoluton
Ilustrasi kecelakaan. 

POS KUPANG.COM, SAMARINDA - Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korbannya tewas kembali terjadi di Kota Samarinda.

Kali ini korbannya Muhammad Rizal Kurniawan, bocah kelas 2 SD berusia 8 tahun. Rizal menjadi korban tabrak lari yang diduga dilakukan oleh karyawan perusahaan tambang, Rabu (5/7) malam.

MALAM itu, Gimah (46), ibu korban tidak menaruh curiga dengan perilaku anaknya yang tiba-tiba suka bercanda dan banyak meminta kepadanya.

Muhammad Rizal Kurniawan (8), merupakan korban tabrak lari yang diduga mobil milik karyawan perusahaan tambang di jalan Kampung Tengah, RT 2, Bantuas, Rabu (5/7) malam sekitar pukul 20.00 Wita.

Gimah menuturkan, tingkah dan prilaku anaknya berubah. Mulai dari yang biasanya tidak pernah meminta, saat itu lebih suka meminta. Seperti misalnya, meminta dibelikan tas sekolah, padahal tantenya sudah membelikannya tas.

"Selain minta belikan tas, dia juga minta dibakarkan ikan bandeng. Semua permintaanya sudah dituruti," ucap Gimah, Kamis (6/7).

Sebelum terjadi kejadian kecelakaan itu, telah tersedia nasi dan mie goreng, yang dibelikan kakaknya. Namun, korban tidak mau makan jika bukan dirinya sendiri yang beli nasi goreng.

Sempat dilarang Gimah, namun dirinya akhirnya luluh, setelah anak ketujuh dari delapan bersaudara itu mengatakan bahwa dirinya tidak lagi sayang sama dia (korban).

"Dia bilang sama saya, kalau tidak dikasih uang, tanda saya tidak sayang sama dia. Akhirnya saya kasih Rp 12 ribu untuk beli nasi goreng," ucapnya.

Tak lama setelah itu, Gimah mendapatkan kabar, jika anaknya telah tewas ditabrak, yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.

"Memang banyak berubah sebelum kejadian, termasuk tidak sabar untuk sekolah. Tapi saya tidak curiga dan ada firasat kalau itu permintaan terakhirnya, bahkan sebelum jalan beli nasi goreng itu, dia sempat cium tangan saya," ungkapnya.

Sebelum kejadian kecelakaan, korban tengah bersepeda menuju tempat penjual nasi goreng, yang berada sekitar 300 meter dari rumah korban.

Saat itu korban bersepeda berlawanan arah dengan jalur yang sebenarnya. Kendati demikian, informasi yang ada, korban bersepeda di pinggir jalan.

Tiba-tiba dari arah depan korban, melintas mobil warna putih, yang diduga mobil operasional perusahaan tambang batu bara, yang langsung menabrak korban hingga terlempar sekitar 4 meter.

Korban pun tewas seketika tepat di depan Mushola Al Ikhlas. Sedangkan, mobil tersebut terus melaju hingga arah Sangasanga, Kutai Kartanegara.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved