Gara-gara ini, Kades Runut di Sikka Ancam Pulang Paksa Sekdes

Pengangkatan Sekretaris Desa (Sekdes) Runut, Kecamatan Waigete, Yakobus Ronsali Jogo disebut Kepala Desa Runut, Petrus Kanisius menyalahi Surat Keputu

Gara-gara ini, Kades Runut di Sikka Ancam Pulang Paksa Sekdes
dok
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Eugenius Moa

POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Pengangkatan Sekretaris Desa (Sekdes) Runut, Kecamatan Waigete, Yakobus Ronsali Jogo disebut Kepala Desa Runut, Petrus Kanisius menyalahi Surat Keputusan Bupati Sikka.

Kanisius akan memulangkan paksa Sekdes ke Kantor Camat Waigete.

"Tadi siang (Kamis), saya sudah bertemu dengan Pak Sekdes. Saya sampaikan surat keputusan Bupati Sikka memutuskan mengembalikan semua Sekdes ke kantor camat. Saya lupa nomor SK Bupati Sikka," kata Petrus dihubungi Pos Kupang, Kamis malam (22/6/2017).

"Saya minta dia kembali bekerja di kantor camat. Kalau tidak, kami akan usir dia. Saya omong aturan bukan memusuhi dia," tanda Kanis.

Menurut ketentuan, kata Kanis, penjabat kepala desa harus mengangkat salah seorang kepala urusan atau kepala seksi merangkap jabatan Sekdes.

Namun hal justru tidak dilakukan penjabat kepala desa. Sekdes juga tidak pernah melamar dan mengikuti test di panitia seleksi desa, namun dilantik bersamaan dengan aparat desa lainnya pada 12 Juni 2016.

Pemerintahan Desa Runut saat ini ditempati penjabat kepala desa, Bernadinus W.Magyono menggantikan Petrus yang terjerat kasus hukum menjadi tersangka dugaan penggelapan honor aparat desa, BPD dan kader Posyandu senilai Rp 177.200.000. Dua bulan menghuni tahanan Polres Sikka, Kanisius dipulangkan penyidik Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) karena waktu penahanan 60 hari telah habis.

Tak hanya pengangkatan Sekdes yang diduga melanggar ketentuan, kata Kanis, pemerintah kecamatan dan desa telah membentuk panitia pemilihan kepala Desa Runut menggantikan dirinya mengakhiri jabatan bulan November 2017. Hal ini berbeda dengan Desa Hale,masa jabatan kepala desa berakhir Oktober 2017 belum diproses pemilihannya.

"Mereka berpikir,saya sudah jadi tersangka dan tidak akan kembali lagi. Padahal jadi tersangka belum tentu saya bersalah. Saya kembali ke desa,saya temukan ini semua masalah," kata Kanis.

Kanis ditangkap dan ditahan Polsek Waigete atas dugaan penggelapan honor aparat desa, BPD dan kader Posyandu, 3 Maret 2017. Namun dua bulan atau 60 hari menjalani penahanan, Kanis dilepas penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Sikka karena habis waktu penanahan.

"Saya dilepas sejak tanggal 1 Mei 2017. Kata penyidik,bapa desa pulang dulu, berkasnya belum lengkap. Waktu penahanan 60 hari sudah selesai,sehingga saya harus dibebaskan," kata Kanis kepada Pos Kupang, Selasa (20/6/2017) di Maumere. *

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved