Polisi Tembak Diri Sendiri

Saat Mengantar Temannya yang Sakit, Fadli de Araujo Dapat Kabar Bapaknya Bunuh Diri

"Bapak yang antar ke sekolah. Sampai di sekolah bapak masih sempat peluk lalu pesan belajar yang baik," tutur Fadli

Saat Mengantar Temannya yang Sakit, Fadli de Araujo Dapat Kabar Bapaknya Bunuh Diri
POS KUPANG/ALFONS NEDABANG
Totok Sutjito, bapak angkat Aiptu Fransisco Arauju, bersama Fradli de Araujo (9), anak bungsu Aiptu Fransisco de Araujo saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kupang, Rabu (7/6/2017) siang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Alfons Nedabang

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Sebelum mencoba bunuh diri dengan cara menembakan kepalanya dengan senjata api revolver, Aiptu Fransisco de Araujo (43) mengantar anaknya, Fadli de Araujo (9) ke sekolah.

Dengan mengendarai sepeda motor, Fadli dibawa ke SD Oeba 1. Saat hendak masuk sekolah, Fransisco Araujo masih memeluk anak bungsunya itu sembari berpesan belajar yang baik.

"Bapak yang antar ke sekolah. Sampai di sekolah bapak masih sempat peluk lalu pesan belajar yang baik," tutur Fadli saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Rabu (7/6/2017).

Murid kelas 3 ini mengatakan sikap ayahnya pada pagi itu biasa saja, seperti hari-hari sebelumnya saat mengantar dia ke sekolah.

Saat jam pelajaran dimulai, bersama teman-temannya Fadli masuk kelas dan mengikuti pelajaran yang diajarkan gurunya. Fadli mengaku tidak mendapat firasat apa-apa.

Ketika ada seorang teman kelasnya sakit, Fadli sempat mengantar temannya pulang ke rumah. Dalam perjalanan itu, Fadli mendapat kabar ayahnya Fransisco Araujo bunuh diri.

Dia berlari ke rumahnya di yang beralamat di RT 28 RW 09 Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, meninggalkan sepatu dan tasnya di sekolah.

Setiba di rumah, Fadli hanya mendapati sejumlah polisi yang sedang berjaga. Selanjutnya dia berlari ke RS Bhayangkara.

Tangisnya pecah saat bertemu ibunya, Martina (38) bersama kedua kakaknya, Mebiana (18) dan Putri (13). Tangisnya semakin menjadi ketika dia diperbolehkan menjenguk bapaknya di ruangan ICU. "Saya menangis. Saya cium kaki bapak," ujarnya.

Dibanding kemarin, Fadli mengaku kondisnya lebih baik. Dia terlihat ke sana ke mari, bermain dengan seorang temannya.

Fadli mendoakan agar Tuhan menjamah ayahnya, diberikan kesehatan agar bisa berkumpul bersama mama, kakak Mebiana, Putri dan Fadli.(*)

Penulis: Alfons Nedabang
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved