Sabtu, 18 April 2026

7 Negara Arab Putuskan Hubungan Diplomatik, Ada Apa dengan Qatar?

Mereka menuding Qatar mendukung kelompok-kelompok teroris seperti Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) dan Al Qaeda.

Editor: Alfred Dama
Qatar dikucilkan oleh tiga negara Teluk Arab dan Mesir.(Al Jazeera) 

Orang-orang kaya di Qatar diyakini memberikan sumbangan besar kepada ISIS, sementara Pemerintah Qatar memberi bantuan uang dan senjata kepada kelompok Islam garis keras di Suriah.

Qatar juga dituduh memiliki hubungan dengan kelompok yang sebelumnya dikenal sebagai Front al Nusra, yang berafiliasi dengan al-Qeida.

SPA menuduh Qatar mendukung kelompok-kelompok ini, serta mendukung Ikhwanul Muslimin yang dilarang di berbagai negara Arab.

Qatar pun disebut terus menerus mempromosikan pesan dan gagasan kelompok-kelompok itu melalui media mereka.

Arab Saudi, sebuah negara Sunni, juga menuduh Qatar mendukung militan Syiah di Bahrain dan Provinsi Qatif di timur Arab Saudi.

Qatar berulang kali menolak tudingan kaitan mereka dengan Iran.

Arab Saudi juga telah dituduh mendanai ISIS, secara langsung atau dengan tidak mencegah kiriman uang donor swasta ke kelompok tersebut. Tuduhan ini juga dibantah Saudi.

Dalam beberapa hari terakhir, Perdana Menteri Inggris Theresa May mendapat tekanan dari partai pesaing untuk mempublikasikan sebuah laporan yang diduga berfokus pada pendanaan Saudi terhadap kelompok-kelompok ekstremis Inggris.

Apa reaksi yang muncul?

Qatar, yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia sepak bola pada 2022, mengecam pemutusan hubungan diplomatik ini melalui komentar yang disiarkan di Al Jazeera.

"Langkah-langkah itu tidak dapat dibenarkan dan didasarkan pada anggapan dan tuduhan yang tidak memiliki dasar," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar.

Dikatakan, keputusan tersebut tidak akan mempengaruhi kehidupan keseharian warga dan penduduk.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson, saat berbicara di Sydney, mendesak negara-negara tersebut untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog.

"Saya berharap bahwa hal ini tidak akan memiliki dampak besar, kalau saja ada dampaknya, pada perjuangan bersama melawan terorisme di wilayah ini atau di seluruh dunia," tambahnya.

Salah satu dampak yang bisa terasa langsung adalahtentang stabilitas pangan: setiap hari, ratusan truk melintasi perbatasan Saudi- Qatar, dan pangan adalah salah satu muatannya yang paling utama.

Diperkirakan, sekitar 40 persen pangan Qatar dipasok melalui jalur ini.(Deutsche Welle)

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved