Wafatnya Kiai NU Ini Didoakan Umat Katolik dalam Perayaan Ekaristi
Meninggalnya KH Mahfudz Ridwan, pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro tidak hanya menimbulkan kesedihan mendalam bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama (
Seperti halnya Gus Dur, Kiai Mahfudz adalah seorang ulama yang memiliki wawasan yang sangat luas tentang kebangsaan. Beliau selalu terbuka dan merangkul serta menerima siapapun yang datang kepadanya tanpa membeda-bedakan.
"Bagi saya, beliau adalah salah satu sosok pribadi yang menjadi tujuan silaturahim saya. Sungguh luar biasa rendah hati dan mencintai negeri ini," tandasnya.
(Baca juga: Alangkah Indahnya jika Hidup Rukun...)
Salah satu bukti kecintaan pada negeri ini, sambung Romo Budi, terlihat dari pemilihan nama pondok pesantren "Edi Mancoro" yang berarti kebaikan yang bersinar. Nama ponpes ini tidak menggunakan nama berbahasa Arab, lazimnya pondok pesantren di nusantara.
"Itu yang hampir selalu beliau katakan setiap kali berjumpa beliau," tandasnya.
Romo Budi mendoakan kebaikan bagi KH Mahfudz Ridwan semoga menghadap Allah SWT dalam kedamaian dan kelak ditempatkan di dalam surga-Nya.
"Sugeng tindak Abah KH Mahfudz Ridwan yang terkasih, menghadap Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Rahim dalam kedamaian abadi di surga. Doakanlah bangsa kita ini tetap rukun damai sejahtera pula! ," pungkasnya.
Berita sebelumnya, pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro, KH Mahfudz Ridwan LC meninggal dunia, Minggu (28/5/2017) siang. Mustasyar PBNU ini meninggal di RSUD Salatiga pukul 14.45 setelah 13 hari dirawat karena sakit stroke.
Rencananya, jenazah Kiai Mahfudz dimakamkan Senin (29/5/2017) pukul 14.00 WIB di pemakaman keluarga Kompleks Ponpes Edi Mancoro, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.(Kontributor Ungaran, Syahrul Munir)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kh-muhamad-ridwan-lc_20170529_223834.jpg)