Delapan Tokoh Dunia ini Sulit Mati Meski Berkali-kali Hendah Dibunuh
Hebatnya lagi, pedang Meynard patah saat membacok punggung Blackbeard.
Setelah peristiwa itu, Bowie ternyata masih bisa bertahan hidup hingga 9 tahun kemudian.
5. Pablo Escobar
Pablo Escobar adalah seorang pemimpin kartel narkoba terbesar dan paling terkenal di Kolombia.
Pria itu pemasok 80 persen kokain di seluruh dunia.
Kekayaannya diperkirakan senilai 30 miliar dolar AS.
Escobar sering merencanakan pembunuhan para polisi dan hakim.
Ia termasuk orang yang punya banyak musuh.
Pada 1993, tim khusus Amerika dan Kolombia bergabung dengan kelompok besar keluarga korban Escobar dengan tujuan untuk membunuh pria tersebut.
Mereka langsung menembakkan senjata ke arah raja narkoba itu begitu menemukannya hingga terjadi baku tembak.
Escobar lari ke atap, lompat dari satu gedung ke gedung lain dengan terus dihujani peluru.
Meski begitu, ia tetap tidak tewas hingga akhirnya Escobar memilih bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.
6. Ferdinand Magellan
Ferdinand Magellan adalah seorang penjelajah Portugis dan merupaan orang pertama yang berhasil mengelilingi dunia.
Ia juga merupakan orang Eropa pertama yang menginjakkan kakinya di Filipina.
Ferdinand Magellan kemudian membuat perjanjian dengan dua raja Filipina, ia akan membunuh Lapu-Lapu, musuh dari dua raja tersebut.
Saat menginjakkan kaki di Pulau Mactan milik Lapu-Lapu, ternyata pasukan musuh sudah bersiap di sana untuk menyerang.
Magellan kemudian ditembak dengan peluru beracun, tapi masih tetap hidup.
Ia ditusuk di muka dengan tombak bambu, tangan dan kakinya ditebas dengan pedang, dan terus dipuukuli hingga terjerembab ke tanah, namun tidak juga mati.
Ia berteriak pada para anak buahnya untuk kembali ke kapal dan kabur.
Setelah melihat anak buahnya selamat, barulah ia mati.
7. Gabriel Garcia Moreno
Gabriel Garcia Moreno adalah Presiden Ekuador pada abad ke-19.
Ia sangat dibenci oleh kelompok liberal karena pada dasarnya ia adalah seorang diktator militer.
Maka tidak lama kemudian, seseorang berusaha untuk membunuhnya.
Saat berjalan keluar dari gereja, ia diserang oleh sekelompok orang dengan mengayunkan kapak ke leher dan kepalanya.
Mereka juga memotong lengan kiri dan tangan kanannya.
Meski begitu, ia tetap berdiri kembali sehingga para penyerangnya menembaknya lagi hingga 6 kali di dada.
Ia juga diserang lebih dari 14 kali dengan menggunakan pedang.
Dengan kondisi yang begitu mengenaskan, ia masih hidup dan sempat menulis kata-kata "Tuhan takkan mati" dengan menggunakan darahnya.
8. Grigori Rasputin
Rasputin adalah seorang pendeta Russia dan merupakan teman baik Tsar.
Ia punya banyak musuh dan masyarakat menyalahkannya atas keterlibatan Rusia dalam Perang Dunia I.
Sehingga pada 1916, sekelompok orang memutuskan untuk membunuhnya.
Sekelompok bangsawan mengundangnya ke untuk makan kue dan minum anggur yang sudah diberi racun.
Tapi meski ia makan banyak kue dan minum banyak anggur, ia tetap hidup dan racun tersebut seperti tidak mempengaruhinya sama sekali.
Para bangsawan tersebut akhirnya menembak Rasputin di punggung.
Karena ia terlihat sudah mati, para pembunuhnya segera meninggalkannya.
Namun saat seorang kembali untuk mengambil jaket, Raputin berdiri dan mencekik musuhnya.
Rasputin ditembak lagi hingga tiga kali tapi tetap tidak berhasil membunuhnya.
Kemudian beralih dengan dipukuli, namun juga tak berhasil.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengikat Rasputin dan melemparkannya ke sungai es.
Ternyata ia juga masih hidup dan mencoba membebaskan diri.
Akhirnya Rasputin tenggelam dan meninggal karena paru-paru yang dipenuhi oleh air sungai. (Bangka Pos.Com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tokoh-tokoh-dunia_20170525_132612.jpg)