Delapan Tokoh Dunia ini Sulit Mati Meski Berkali-kali Hendah Dibunuh
Hebatnya lagi, pedang Meynard patah saat membacok punggung Blackbeard.
POS KUPANG.COM -- Kematian adalah misteri.
Ada yang langsung meninggal dengan mudah, ada juga yang seolah memiliki nyawa cadangan hingga mampu bertahan hidup berkali-kali.
Beberapa tokoh dunia ini menunjukkan hal tersebut, meski menjadi target upaya pembunuhan berkali-kali.
Meski pada akhirnya hidup mereka tetap berakhir di tangan orang-orang yang mengincarnya.
Dilansir Tribun Pekanbaru.com (Tribunnews.com Network) dari boombastis.com berikut adalah tokoh-tokoh yang beberapa kali lolos dari maut, sebelum akhirnya meninggal dibunuh.
1. Edward Teach Alias Blackbeard
Blackbeard adalah seorang bajak laut Inggris yang beroperasi sekitar tahun 1716.
Pria yang memiliki nama lengkap Edward Teach disebut sebagai bajak laut yang paling sukses di masanya.
Hal ini membuatnya jadi sangat dibenci di berbagai negara.
Gubernur Virginia akhirnya memerintahkan untuk membunuh Blackbeard.
Ia mengirim dua kapal perang yang dipimpin Robert Maynard untuk membunuh bajak laut tersebut.
Tapi bukannya lari, Blackbeard malah menyerang balik kapal-kapal tersebut.
Bahkan Blackbeard membuat Maynard hampir kehilangan jari-jarinya.
Hebatnya lagi, pedang Meynard patah saat membacok punggung Blackbeard.
Meski leher kena tebasan dan dikeroyok banyak musuh, ia masih bisa terus bertarung.
Blackbeard terus bertempur sampai napas terakhirnya, dan ketika pertempuran berakhir, ia memiliki 20 luka tusukan, dan 5 luka tembakan.
Saking susahnya dibunuh, para kru Meynard sampai harus memenggal kepala Blackbeard untuk memastikan ia benar-benar mati.
2. Josip Tito
Josip Tito adalah presiden Yugoslavia yang menjadi target pembunuhan oleh Stalin.
Meski demikian dalam 22 kali percobaan upaya itu selalu saja gagal.
Beberapa ahli sejarah bahkan percaya Tito mengirim seseorang untuk meracuni Stalin.
Ketika Joseph Stalin meninggal, sebuah surat ditemukan di kantornya bertuliskan:
"Berhentilah mengirim orang untuk membunuhku. Kami sudah menangkap 5 orang di antaranya. Satu membawa bom, dan yang lain membawa senapan. Kalau kau tidak berhenti mengirim pembunuh, aku akan mengirimkan satu ke Moscow, dan aku tidak akan perlu mengirim yang lainnya lagi."
3. Leon Trotsky
Pendiri dan pemimpin pasukan Soviet Red Army, Leon Trostky merupakan musuh Stalin.
Pada 1927, Trotsky dikeluarkan dari Partai Komunis serta diusir dari Rusia.
20 Agustus 1940, seorang pembunuh memasuki rumah Trostky.
Pembunuh tersebut menghujamkan kapak es ke kepala Trotsky.
Tapi ternyata ia tidak langsung mati.
Trotsky yang marah menyerang pembunuh tersebut dan sempat bergulat di tanah padahal kapak masih tertancap di kepalanya.
Trotsky bahkan mampu menangkap pembunuh tersebut sampai penjaganya menyadari apa yang terjadi.
Untuk pria berusia 60 tahun dengan kapak tertancap di kepala, Trotsky bisa dibilang cukup tangguh karena masih bisa menangkap pembunuhnya sendiri.
Trotsky akhirnya meninggal keesokan harinya.
4. Jim Bowie
Jim Bowie dianggap sebagai pahlawan lokal di Amerika.
Ia terkenal sebagai pria yang sangat tangguh sampai-sampai ada pisau yang dinamai dengan Pisau Bowie.
Pertarungannya yang paling terkenal terjadi pada tahun 1827 saat ia melakukan duel dengan dua orang pria lainnya.
Saat duel, Bowie tidak sengaja tertembak di pinggang.
Ia kemudian langsung mengambil pisaunya dan menyerang pria tersebut.
Pria itu menyerang wajah Bowie sehingga ia jatuh.
Saat jatuh itulah, pria lain menembak dan menusuknya di dada.
Tapi ternyata itu tidak cukup untuk menghabisinya.
Bowie bangkit dan menusuk pria tersebut hingga tewas.
Bowie ditembak dan ditusuk lagi, tapi ia malah mengambil pisau dari dadanya dan mengejar orang-orang yang menyerangnya tadi.
Karena tidak kunjung mati, orang-orang tersebut akhirnya melarikan diri.
Setelah peristiwa itu, Bowie ternyata masih bisa bertahan hidup hingga 9 tahun kemudian.
5. Pablo Escobar
Pablo Escobar adalah seorang pemimpin kartel narkoba terbesar dan paling terkenal di Kolombia.
Pria itu pemasok 80 persen kokain di seluruh dunia.
Kekayaannya diperkirakan senilai 30 miliar dolar AS.
Escobar sering merencanakan pembunuhan para polisi dan hakim.
Ia termasuk orang yang punya banyak musuh.
Pada 1993, tim khusus Amerika dan Kolombia bergabung dengan kelompok besar keluarga korban Escobar dengan tujuan untuk membunuh pria tersebut.
Mereka langsung menembakkan senjata ke arah raja narkoba itu begitu menemukannya hingga terjadi baku tembak.
Escobar lari ke atap, lompat dari satu gedung ke gedung lain dengan terus dihujani peluru.
Meski begitu, ia tetap tidak tewas hingga akhirnya Escobar memilih bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri.
6. Ferdinand Magellan
Ferdinand Magellan adalah seorang penjelajah Portugis dan merupaan orang pertama yang berhasil mengelilingi dunia.
Ia juga merupakan orang Eropa pertama yang menginjakkan kakinya di Filipina.
Ferdinand Magellan kemudian membuat perjanjian dengan dua raja Filipina, ia akan membunuh Lapu-Lapu, musuh dari dua raja tersebut.
Saat menginjakkan kaki di Pulau Mactan milik Lapu-Lapu, ternyata pasukan musuh sudah bersiap di sana untuk menyerang.
Magellan kemudian ditembak dengan peluru beracun, tapi masih tetap hidup.
Ia ditusuk di muka dengan tombak bambu, tangan dan kakinya ditebas dengan pedang, dan terus dipuukuli hingga terjerembab ke tanah, namun tidak juga mati.
Ia berteriak pada para anak buahnya untuk kembali ke kapal dan kabur.
Setelah melihat anak buahnya selamat, barulah ia mati.
7. Gabriel Garcia Moreno
Gabriel Garcia Moreno adalah Presiden Ekuador pada abad ke-19.
Ia sangat dibenci oleh kelompok liberal karena pada dasarnya ia adalah seorang diktator militer.
Maka tidak lama kemudian, seseorang berusaha untuk membunuhnya.
Saat berjalan keluar dari gereja, ia diserang oleh sekelompok orang dengan mengayunkan kapak ke leher dan kepalanya.
Mereka juga memotong lengan kiri dan tangan kanannya.
Meski begitu, ia tetap berdiri kembali sehingga para penyerangnya menembaknya lagi hingga 6 kali di dada.
Ia juga diserang lebih dari 14 kali dengan menggunakan pedang.
Dengan kondisi yang begitu mengenaskan, ia masih hidup dan sempat menulis kata-kata "Tuhan takkan mati" dengan menggunakan darahnya.
8. Grigori Rasputin
Rasputin adalah seorang pendeta Russia dan merupakan teman baik Tsar.
Ia punya banyak musuh dan masyarakat menyalahkannya atas keterlibatan Rusia dalam Perang Dunia I.
Sehingga pada 1916, sekelompok orang memutuskan untuk membunuhnya.
Sekelompok bangsawan mengundangnya ke untuk makan kue dan minum anggur yang sudah diberi racun.
Tapi meski ia makan banyak kue dan minum banyak anggur, ia tetap hidup dan racun tersebut seperti tidak mempengaruhinya sama sekali.
Para bangsawan tersebut akhirnya menembak Rasputin di punggung.
Karena ia terlihat sudah mati, para pembunuhnya segera meninggalkannya.
Namun saat seorang kembali untuk mengambil jaket, Raputin berdiri dan mencekik musuhnya.
Rasputin ditembak lagi hingga tiga kali tapi tetap tidak berhasil membunuhnya.
Kemudian beralih dengan dipukuli, namun juga tak berhasil.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengikat Rasputin dan melemparkannya ke sungai es.
Ternyata ia juga masih hidup dan mencoba membebaskan diri.
Akhirnya Rasputin tenggelam dan meninggal karena paru-paru yang dipenuhi oleh air sungai. (Bangka Pos.Com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tokoh-tokoh-dunia_20170525_132612.jpg)