Selasa, 7 April 2026

Mama Elisabeth Binsasi Tewas Terapung di sekitar Perairan Pulau Semau

Kedatangan almarhum Elisabeth untuk memberitahukan kepada keluarga dan meminta restu bagi salah satu anaknya yang akan menikah di Denpasar-Bali pada

Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
ISTIMEWA
Perairan Pulau Semau 

POS KUPANG.COM, KUPANG -Jenazah Elisabeth Binsasi (45) ditemukan terapung di perairan laut Pulau Semau, Sabtu (20/5/2017) pagi. Temuan jenazah almarhumah membuat keluarga terkejut. Pasalnya, keluarga sempat mencari almarhumah Elisabeth ke Batu Putih karena korban pernah berkata jika dirinya ingin mandi di pantai.

Mendapat informasi ibunya ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia, Kadek salah seorang putri almarhumah terbang pulang dari Yogyakarta ke Kupang. Kadek adalah putri korban yang sedang kuliah di Yogyakarta.

Pada Sabtu (20/5/2017) sore, sekitar pukul 17.30 Wita, Kadek bersama pihak keluarga almarhum mamanya terlihat berada di instalansi pemusalaran jenazah (IPJ) RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang. Mereka berada di IPJ karena jenazah almarhum Elisabeth Binsasi disemayamkan dan disimpan sementara dalam di freser IPJ RSU WZ Johannes Kupang.

Kadek terlihat tenang berada diantara empat orang ibu keluarganya. Kadek terlihat sedih dan sesekali merenung. Kemungkinan ia sedang mengenang kembali kebersamaanya bersama sang ibunda tercinta.

Ketika hendak ditanya wartawan, perempuan berdarah campuran Bali dan Timor ini pun tak bersedia bercerita atau enggan mengungkapkan isi hatinya.
Maria Amarato, salah seorang ibu yang mendampingi Kadek, , kepada bercerita jika almarhumah Elisabeth Binsasi selama ini tinggal di Bali. Suaminya orang Bali bernama Sujana. Mereka memiliki empat orang anak.

Pekan lalu, Elisabeth Binsasi datang ke Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kampung halamannya. Kedatangan almarhum Elisabeth untuk memberitahukan kepada keluarga dan meminta restu bagi salah satu anaknya yang akan menikah di Denpasar-Bali pada bulan Juni 2017.

Pada hari Kamis (18/5/2017) siang, almarhum masih duduk di depan rumah di Soe, Kabupaten TTS. Tapi sampai sore hari ketika keluarga mencari, almarhum tidak ada lagi di rumah.

"Keluarga mengira almarhum berada di kamar. Tapi ketika saat diperiksa di kamar ternyata sudah tidak ada. Cari ke mana-mana juga tidak ketemu. Waktu tanya tukang ojek yang parkir di depan jalan, kata tukang ojek, almarhum pergi naik bus Gemilang," cerita Maria Amarato.

Karena sampai malam tidak kunjung pulang, kata Maria, keluarga lalu mencari ke Batu Putih, perbatasan Kabupaten TTS dan Kabupaten Kupang.

"Keluarga sempat mencari ke Batu Putih karena takutnya dia pergi ke arah Kolbano untuk mandi di pantai. Karena waktu di rumah di Soe, almarhum sempat bilang pingin mandi di pantai. Tapi ternyata dia tidak turun ganti bus di Batu Putih. Mungkin dia langsung ke Kupang," kata Maria.

Setelah dua hari menghilang, kata Maria, baru keluarga mendapat kabar jika ada penemuan jenazah di perairan Pulau Semau.

"Tadi anaknya sudah melihat jenasah dan sudah memastikan jika itu benar mamanya. Sekarang kami masih menunggu suaminya dan keluarga kandungnya datang dari Bali serta dari Soe. Nanti jenazah mau dibawa kemana kita tunggu suami almarhum datang," kata Maria.

Maria mengatakan, almarhum tidak menderita sakit atau gangguan apapun. Almarhumah sehat dan cuma sempat mengatakan sakit kepala.

Karena itu, mereka tidak tahu pasti mengapa almarhumah pergi lalu kemudian meninggal dunia.

"Kami tidak tahu bagaimana sampai almarhumah mama Elisabeth tenggelam di laut. Dia mandi di pantai mana, kami juga belum tahu. Kami juga belum sempat tanya ke pihak kepolisian," kata Maria.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved