Sabtu, 11 April 2026

Mobil Modif Se-Jawa Tumpah Adu Kualitas di Black Autobattle Solo

Mengambil tempat di Solo Baru yang menjadi kawasan ekonomi terkini kota tersebut, tepatnya di area parkir kompleks mal The Park, mobil-mobil modifikas

Editor: Alfred Dama
Black Auto Battle 2017 Solo(Stanly/KompasOtomotif) 

POS KUPANG.COM -- Modifikasi mobil Black Autobattle dibanjiri peserta pada putaran perdananya di tahun 2017, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (22/4/2017).

Mengambil tempat di Solo Baru yang menjadi kawasan ekonomi terkini kota tersebut, tepatnya di area parkir kompleks mal The Park, mobil-mobil modifikasi yang berjumlah 78 unit dari total pendaftaran 80 peserta coba unjuk kebolehan dalam sejumlah faktor.

Mereka beradu kualitas dan kekuatan audio, kekuatan mesin, sampai tampilan bodi, entah itu gaya balap modern maupun model klasik nan berotot. Masing-masing pun datang dari berbagai titik di Pulau Jawa.

"Ada yang dari seputaran Jawa Tengah, Purwokerto, Semarang, Yogyakarta, Solo. Ada yang dari Jawa Barat, dari Bandung. Ada pula yang dari Jawa Timur, dari Surabaya," ujar Boy Prabowo, perwakilan tim juri Black Autobattle 2017 Solo.

Mereka yang turun ke pameran ini otomatis adalah peserta yang sifatnya sudah tersaring. Boy menyebutnya sebagai peserta-peserta yang bersifat serius.

"Jadi, kalau peserta-peserta yang cuma make-up (sekadar mendandani mobil, misalnya mengganti velg) itu sudah enggak ke sini. Peserta dari ajang modifikasi tetangga, sudah enggak ke sini. Jadi yang di sini sudah tempur, minimal yang ke sini sudah (yang memenuhi) lima sektor," ujar Boy.

Lima sektor yang dimaksud Chief Operation Officer Asia Pacific Car Tuning Association ini adalah mesin, eksterior, interior, kaki-kaki, dan audio.

"Jadi, (misalnya peserta) sektor (modifikasi) mesin, ya mainnya yang benar. Kalau dia main NA (naturally aspirated alias mesin berperforma tanpa turbo), atau main induksi tambahan, mereka main yang benar," paparnya.

Ia coba menggambarkan peserta bermobil Nissan GTR dan main total di lima sektor dalam ajang ini. Mobil tersebut coba menonjolkan fisik sebagai mobil sport lewat bodykit, lalu juga menggunakan suspensi udara, audio, dan total di mesin.

"Dia mungkin untuk ubahan mesin saja sudah habis Rp 700 juta-Rp 800 juta," tambah Boy.

Jumlah peserta

Black Autobattle 2017 sendiri kini berubah dibanding tahun-tahun sebelumnya dalam hal prinsip jalannya penilaian.

"Kalau dulu juri yang mendatangi mobil, sekarang mobil yang mendatangi juri. Jadi (siapa pun) bisa lihat sama-sama mobilnya (di area penilaian). Ini begini, ini begitu, segala perubahan dan kelebihannya (bisa dilihat jelas)," kata Boy menunjukkan nilai transparansi kualitas mobil modifikasi peserta.

Black Auto Battle 2017 Solo(Stanly/KompasOtomotif)
Black Auto Battle 2017 Solo(Stanly/KompasOtomotif) ()

Lalu ketika peserta begitu beragam dari mobil berotot khas AS lewat Ford Mustang, sedan balap jalanan BMW M3, VW Beetle dengan ban lebar menekuk, hingga LCGC Agya super-ceper, Boy menyebut bahwa penilaian akan terbedakan secara kategori, tetapi tetap akan bertemu di akhir berdasarkan penilaian kertas skor.

"Misalnya item modifikasinya adalah mesin. Coba lihat estetikanya, tingkat kesulitannya, hasil akhirnya yang mendekati orisinal. Untuk aksesori orisinal, ini jadi prioritas, tetapi juga dilihat spesifikasinya. Misalnya kaliper rem yang buatan Jerman dan Taiwan. Lalu, jumlah pot (pendorong kampas rem), kalau sampai 8 pot, pasti lebih pakem," urai Boy.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved