Jumat, 1 Mei 2026

Saat Ahok Bingung Lihat Ribuan Karangan Bunga di Pendopo Balai Kota

Saat membacakan pembelaan di dalam persidangan, Rabu (25/4), Basuki Tjahaja Purnama mengibaratkan dirinya seperti seekor ikan dalam film Finding Nemo.

Tayang:
Editor: Rosalina Woso
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga melintas di antara karangan bunga yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat di halaman kantor Balai Kota Jakarta, Rabu (26/4). Karangan bunga tersebut berisi simpati warga kepada Ahok-Djarot pascapilkada DKI 2017. 

POS KUPANG.COM -- "Dear Pak Ahok you'll forever be our Nemo as Dory said just keep swimming (Kepada Pak Ahok, Anda selalu menjadi Nemo yang oleh Dory dikatakan tetaplah berenang)," begitu kalimat di kue tersebut.

Saat membacakan pembelaan di dalam persidangan, Rabu (25/4), Basuki Tjahaja Purnama mengibaratkan dirinya seperti seekor ikan dalam film Finding Nemo.

Basuki mengibaratkan dirinya sebagai Nemo, yaitu meski banyak orang telah menghakimi dirinya sebagai penista agama, tetap akan menjalankan program Pemprov DKI Jakarta tanpa memandang bulu.

Satu di antara adegan dalam film itu adalah saat Nemo, sang ikan kecil, berusaha menyelamatkan ayah dan rekan-rekannya yang terjerat jaring nelayan. Meski dilarang ayahnya, Nemo tetap nekat membantu ayah dan rekan-rekannya. Nemo mencoba masuk ke jaring dan membantu dari dalam.

Basuki mengaku bingung akan diapakan ribuan karangan bunga yang membanjiri halaman Balai Kota tersebut. "Saya juga bingung mau diapain. Kita foto saja. Saya nggak mungkin baca semua. Kita minta foto taruh di FB (Facebook). Supaya lihatnya gampang," kata Basuki.

Ia memastikan kedatangan ratusan warga ke Balaikota pada hari itu untuk berfoto bersama dan bersalaman, tak mengganggu kerjanya. "Makanya tadi pagi permisi. Karena mau ke Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Nasional. Saya balik lagi kerja jam 11.00. Kerja tinggal lima lembar sekarang," katanya.

Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat yang baru kembali dari Blitar, Jawa Timur, juga mengucapkan terima kasih. "Sebelum ke Surabaya, saya melihat memang bunga-bunga berdatangan (ke Balai Kota)," ujar Djarot.

Menurutnya, para pendukung telah mengirimkan karangan-karangan bunga sejak perayaan Hari Kartini pada 21 April lalu. Namun ia tak menyangka jumlah karangan bunga sampai mencapai ribuan dan terus mengalir sampai Rabu.

Mantan Wali Kota Blitar itu kemudian melayani para pendukung yang mengajak foto bersama. Hari itu sejumlah warga menikmati melakukan wisata dadakan di Balai Kota, lengkap dengan ribuan karangan bunga.

"Terima kasih lho semuanya, saya pikir bunganya sudah lebih dari cukup," ujar Djarot kepada warga yang mengelilinginya.

Ia mengimbau para pendukung tidak perlu terus menerus mengirimkan bunga. "Sudah nggak usah lagi kirim bunga ke sini. Cukup doakan kami saja," pinta Djarot.

"Dear Pak Ahok you'll forever be our Nemo as Dory said just keep swimming (Kepada Pak Ahok, Anda selalu menjadi Nemo yang oleh Dory dikatakan tetaplah berenang)," begitu kalimat di kue tersebut.

Saat membacakan pembelaan di dalam persidangan, Rabu (25/4), Basuki Tjahaja Purnama mengibaratkan dirinya seperti seekor ikan dalam film Finding Nemo.

Basuki mengibaratkan dirinya sebagai Nemo, yaitu meski banyak orang telah menghakimi dirinya sebagai penista agama, tetap akan menjalankan program Pemprov DKI Jakarta tanpa memandang bulu.

Satu di antara adegan dalam film itu adalah saat Nemo, sang ikan kecil, berusaha menyelamatkan ayah dan rekan-rekannya yang terjerat jaring nelayan. Meski dilarang ayahnya, Nemo tetap nekat membantu ayah dan rekan-rekannya. Nemo mencoba masuk ke jaring dan membantu dari dalam.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved