Paus Fransiskus Kunjungi Mesir, Pengamanan Tingkat Tinggi Disiapkan
Kairo sendiri telah mengerahkan keamanan tingkat tinggi untuk menjamin keselamatan Paus Fransiskus dalam lawatannya itu.
Paus kelahiran Argentina itu akan bertemu dengan Presiden Abdel Fattah el-Sisi dan akan menghadiri sebuah resepsi bersama dengan 1.000 tamu undangan.
Presiden Sisi, yang dikritik secara internasional atas pelanggaran HAM, tetap menunjukkan keterbukaan tertentu komunitas minoritas Kristen di dalam negerinya sejak berkuasa pada tahun 2014.
Sisi merupakan kepala negara pertama Mesir yang menghadiri misa Natal pada tahun 2015.
Selain itu, pemimpin 1,3 miliar umat Katolik di dunia akan mengakhiri agenda hari Jumat itu dengan menggelar pertemuan pribadi dengan pemimpin Gereja Koptik, Paus Tawadros II.
Mereka akan berjalan kaki bersama-sama ke gereja Koptik Saint Peter dan Saint Paul di jantung kota Kairo, yang terkena serangan bom pada Desember 2016 yang diklaim oleh kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) yang menewaskan 29 orang.
Pada Sabtu (29/4/2017), Paus Fransiskus akan memimpin perayaan misa dan pertemuan dengan komunitas kecil Katolik di Mesir, yang diperkirakan berjumlah sekitar 165.000 orang.
"Paus ingin mencoba membangun kembali hubungan persaudaraan" dengan Al Azhar dan Mesir, kata Samir Khalil, pakar kajian Islam-Kristen di Pontifical Oriental Institute di Roma.
Koptik Mesir, yang berpopulasi sekitar 10 persen dari total populasi negara berpenduduk 90 juta itu, merupakan minoritas Kristen Timur Tengah terbesar dan salah satu yang tertua.
"Situasi mereka telah berubah selama 10 tahun terakhir di bawah pengaruh Ikhwanul Muslimin, yang telah mulai menghasut sentimen anti-Kristen," kata Khalil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/syeik-ahmed-el-tayyib-imam-besar-al-azhar-kairo_20170426_122504.jpg)