Sajikan Aneka Olahan Ikan dan Daging Segar, Nikmati Makan di Minori Serasa Citarasa Asli Jepang
Resto ini secara khusus menyajikan masakan Jepang, semisal sashimi, sushi, udon, ramen, yakiniku, dan sebagainya.
POS KUPANG.COM, DENPASAR - Seorang pelayan membukakan pintu untuk tamu.
Irrashaimase, begitu sapanya, sambil membungkukkan badan.
Cukup dengan tersenyum kecil dan mengangguk, berarti Anda telah membalas sapaan sang pelayan.
Anda juga bisa mengucapkan `arigatou' sebagai tanda terima kasih untuk sambutan hangat mereka.
Kali ini Tribun Bali akan mengajak Anda berkunjung ke Minori, restoran yang berlokasi di Jalan Diponegoro No 34 Blok 5, Pesanggaran, Denpasar, Bali.

Minori dalam bahasa Jepang artinya panen.
Resto ini secara khusus menyajikan masakan Jepang, semisal sashimi, sushi, udon, ramen, yakiniku, dan sebagainya.
Jika Anda penyuka kuliner Jepang, menu-menu tersebut barangkali sudah tak asing.
Setiap menu memiliki cita rasa khas yang membuat penggemar kuliner selalu teringat akan sensasi rasanya.
Kebanyakan menu yang disajikan adalah masakan laut, semisal ikan dan udang.
Maklum, orang Jepang memang sangat menyukai ikan.

Orang Jepang pun memiliki banyak cara dalam mengolah ikan, ada yang dimakan mentah, setengah matang, dan matang.
Sashimi adalah olahan ikan yang diiris dengan teknik tertentu, kemudian dimakan mentah.
Jika ikan tersebut dibakar langsung dengan api hingga setengah matang, jadilah aburi.
Sedangkan ikan matang hadir dalam berbagai varian, bisa dipanggang atau digoreng.
Di restoran Minori ini, Anda bisa mencicipi berbagai menu tersebut. Ikan yang digunakan sebagai bahan pun ada berbagai macam.

Tersedia tuna, salmon, makarel, hingga bluefin, ikan perairan laut dalam yang dikenal memiliki cita rasa nomor satu.
Ikan yang tersaji pun diolah dari ikan segar dengan kualitas terbaik.
"Pemilik restoran ini, Ibu Anny Go, juga mengelola kapal ikan di Benoa. Hasil tangkapan kapal itulah yang kami hadirkan di Minori. Kami pun memprioritaskan hasil tangkapan terbaik untuk disajikan di Minori. Ikan yang dihidangkan di Minori ini kami jamin kesegarannya," ungkap Lintia, staf pengelola Minori.
Lintia mengungkapkan, Minori sangat menjaga kualitas rasa masakan.

Minori mencoba menyajikan cita rasa tradisional Jepang kepada masyarakat Indonesia.
Bumbu-bumbu sengaja didatangkan khusus dari Negeri Matahari Terbit.
Masakan pun ditangani oleh chef profesional yang memiliki pengalaman kuliner Jepang.
Maka tak heran, beberapa turis Jepang yang pernah datang berkomentar, "makan di Minori serasa berada di restoran di Jepang."
"Di Bali ini ada ribuan warga Jepang yang tinggal. Kami ingin memberikan tempat, di mana mereka bisa menikmati makanan serasa di rumah sendiri," ujar Lintia.
Selain itu Minori juga ingin memperkenalkan cita rasa asli Jepang kepada masyarakat Bali.

Selain ikan, olahan daging ayam dan sapi pun hadir di Minori.
Daging pun ada beragam olahannya.
Yakiniku menjadi menu yang cukup populer. Biasanya menu ini sangat nikmat disantap beramai-ramai.
Olahan mi Jepang semisal ramen, udon, dan soba juga banyak dicari masyarakat.
Tekstur mi ini lebih tebal dibandingkan mi yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia.
Anda pun dapat memesan olahan jajanan, seperti onigiri dan dorayaki.
()
()
Pernak-pernik Unik
Sekilas, Minori tampak restoran kecil, namun ternyata restoran ini dapat menampung hingga 70 pengunjung. Minori terdiri dari tiga lantai.
Lantai pertama terdapat kasir, meja makan, sushi bar dan kitchen.
Lantai kedua tersedia kursi untuk 16 orang.
Sedangkan lantai tiga terdiri dari tiga ruang, VIP, indoor, dan outdoor.
Dari lantai tiga ini, Anda bisa melihat pemandangan wilayah Pesanggaran yang ramai.
Jika malam, suasana di bagian outdoor sangat romantis oleh cahaya lampu hias.
Pernak-pernik dekorasi pun terlihat sangat unik. Botol dan wadah sake bersandar rapi sebagai hiasan dinding.
Begitu juga dengan lukisan kucing yang terlihat hampir di tiap ruangan.
Menurut kepercayaan orang Jepang, kucing adalah hewan pembawa keberuntungan.
Mitologi pun menyebutkan kucing adalah hewan kesayangan Dewa Amaterasu, Dewa Matahari.
Maka tak heran, potret kucing dalam ragam pose ini pun seakan membawa suasana tradisional Jepang di Minori.
Lintia, staf pengelola Minori, mengatakan pernak-pernik ini pun dibawa secara khusus dari Jepang.
Keunikan dekorasi ini juga membuat pengunjung tak lupa untuk mengabadikan momen.
"Penataan meja makan pun kami hadirkan dalam suasana Jepang. Cawan, alas mangkuk, dan sumpit sudah tersaji di atas meja. Setiap meja juga kami siapkan shoyu (kecap Jepang) dan shichimi (bubuk rempah) yang biasa hadir sebagai penambah rasa dalam masakan Jepang," kata Lintia. Minori buka setiap hari dari pukul 11.00 hingga 23.00 Wita.
Restoran Keluarga
Lintia menuturkan, pembangunan Minori berawal dari hobi kuliner yang dimiliki Anny Go, adiknya sekaligus pemilik Minori.
"Masakan Jepang memang menjadi jenis kuliner favoritnya. Mulai dari sanalah terbesit ide untuk membuat restoran Jepang. Kebetulan ia juga memiliki pasokan ikan segar dengan kualitas baik," tutur Lintia.
Ia berharap Minori dapat menjadi restoran keluarga yang meninggalkan kesan baik.
Oleh karenanya, selain kualitas makanan, Lintia juga memperhatikan tingkat pelayanan restoran.
Minori juga memiliki promo khusus bagi penyuka masakan Jepang.
Mereka bisa mendapatkan kartu member.
Dengan member card ini, mereka berhak mendapatkan potongan harga. Namun tentunya dengan syarat khusus. (Tribun Bali.Com/Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari)