Tim Buser Bekuk Otak Curanmor Yang Beroperasi di Kupang dan Atambua

Tim Buser Polres Kupang berhasil membekuk Benyamin Asbanu (45) alias Bento, Jumat (31/3/2017), seorang residivis dan otak dari komplotan pencurian ken

Tim Buser Bekuk Otak Curanmor Yang Beroperasi di Kupang dan Atambua
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS-KUPANG.COM, OELAMASI -- Tim Buser Polres Kupang berhasil membekuk Benyamin Asbanu (45) alias Bento, Jumat (31/3/2017), seorang residivis dan otak dari komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang selama ini beroperasi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan perbatasan Timor Leste.

"Komplotan Bento ini sangat meresahkan masyarakat. Mereka juga tidak segan-segan menikam korban kalau tidak menyerahkan sepeda motornya saat dirampas di tempat sepi," jelas Kapolres Kupang, AKBP Adjie Indra Dwiatma, S.IK, melalui Kasatreskrim Iptu Samson L. Amalo, S.H, Senin (3/4/2017).

Bento, kata Amalo, menjadi DPO atau target polisi dan sering masuk keluar penjara. Kini Bento dan dua rekannya asal Atambua, Kabupaten Belu, berinisial J dan A sudah dijebloskan ke sel Mapolres Kupang.

Tentang kronologi penangkapan Bento, Kasatreskrim Amalo menuturkan awalnya, Jumat (31/3/2017) siang, Bento menyewa sepeda motor milik Yerimias Tanaem, warga Jalan Tuak Daun Merah II di Oebufu. Alasan Bento, ingin menjemput keluarganya yang yang baru saja keluar dari RSUD Prof. W.Z. Johanes Kupang.

Namun karena curiga, pemilik sepeda motor meminta bantuan temannya untuk membuntuti Bento dengan sepeda motor lainnya.

"Yerimias Tanaem dibonceng salah satu temannya yang berprofesi tukang ojek, membuntuti Bento dari belakang. Awalnya Bento mengarahkan sepeda motor ke Oebobo, melewati SMA Negeri 1 Kupang lalu belok kanan di samping SMP Negeri 2 Kupang dan masuk ke Kelurahan Oeba," kisah Amalo.

Inilah komplotan Bento, yang sering melakukan pencurian sepeda motor (Curanmor) di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Belu (Atambua). Bento tidak mengenakan baju (paling kanan), berbaju kuning (paling kiri) berinisial J dan di tengah berinisial A.
Inilah komplotan Bento, yang sering melakukan pencurian sepeda motor (Curanmor) di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Belu (Atambua). Bento tidak mengenakan baju (paling kanan), berbaju kuning (paling kiri) berinisial J dan di tengah berinisial A. (POS KUPANG/JULIANUS AKOIT)

Di Kelurahan Oeba, Bento sempat mengisi bensin di lapak jual bensin eceran. Lalu pergi menyusuri Jalan Timor Raya ke arah timur atau ke luar kota.

Karena curiga, pemilik sepeda motor terus membuntuti dan mengontak keluarganya lewat ponsel di Cabang Tilong, Desa Noelbaki, Kupang Tengah untuk menghadang Bento.

"Akhirnya para pemuda Noelbaki berhasil menghadang Bento di Persimpangan Bendungan Tilong dan menghajarnya hingga babak belur. Lalu diserahkan ke Mapolsek Kupang Tengah," jelas Iptu Amalo.

Mendengar Bento ditangkap, Tim Buser Polres Kupang bergerak cepat dan mengembangkan penyidikan. Berbekal informasi dari Bento, Tim Buser berangkat ke Atambua lalu menangkap dua rekan Bento, yaitu J dan A.

"Barang bukti beberapa unit sepeda motor tidak berhasil diamankan karena terlanjur diselundupkan ke Timor Leste," kata Iptu Amalo.

Dalam menjalankan aksinya, komplotan Bento menggunakan 3 cara modus. Pertama, berpura-pura menyewa/meminjam sepeda motor lalu melarikan ke perbatasan Timor Leste. Kedua, berpura-pura menjadi penumpang ojek lalu di tempat sepi merampas sepeda motor korban. Jika melawan ditikam. Dan ketiga, mengincar orang pacaran di tempat sepi. Kemudian sang pria dipukul dan sepeda motornya dilarikan ke perbatasan Timor Leste.*

Penulis: Julius Akoit
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved