Teror Agama dan Narasi Damai
Total empat orang tewas dan puluhan luka-luka. Belakangan ISIS telah mengklaim bertanggungjawab atas serangan itu
Oleh: Ricko W
Anggota Kahe, tinggal di Wolomarang Maumere
POS KUPANG.COM - Teror kembali terjadi di Kota London, Inggris. Kali ini bukan bom. Seorang pria dengan brutal menabrak kerumunan pejalan kaki di jembatan Westminster dengan mobil berkecepatan tinggi, menyerang dan melukai sejumlah orang termasuk menikam seorang polisi tak bersenjata hingga tewas.
Total empat orang tewas dan puluhan luka-luka. Belakangan ISIS telah mengklaim bertanggungjawab atas serangan itu dan mengakui kalau Khalid Masood, pelaku penyerangan yang juga tewas ditembak polisi, adalah pengikut mereka.
Seperti sering didengar, setiap kali teror terjadi, agama adalah institusi pertama yang kerap dicurigai. Doktrin-doktrin kebenaran yang diajarkan di dalam agama dianggap merusak akal sehat sehingga para pelaku berani bertindak nekat memusnahkan orang lain yang tak seiman, sepandangan dan sejalan dengan apa yang mereka yakini.
Namun, kesimpulan mempersalahkan agama tentu terlampau infantil dan masih bisa diperdebatkan.Ada begitu banyak kepentingan yang melatarbelakangi aksi-aksi kekerasan itu. Tindakan para pelaku teror tentu tidak serta merta menyeret tanggungjawab para penganut agama lainnya. Pendek kata, mereka tentu segelintir penganut agama yang tersesat dan kehilangan pegangan.
Di tengah dunia yang semakin plural dan peradaban manusia yang semakin maju, orang-orang percaya -entah ia beragama atau tidak -perdamaian atas nama kemanusiaan adalah yang terpenting. Tuntutan untuk hidup berdampingan dengan damai adalah tuntutan akal sehat dan bukan lagi sekedar tuntutan agama.
Masyarakat dunia semakin sadar; narasi damai harus selalu diwartakan agar tak ada lagi kebencian dan kehancuran. Semua perhatian dunia sekarang tertuju kepada masyarakat London yang ketakutan. Perhatian dunia ini seolah hendak mengatakan; kalian tidak sendiri. Jangan takut!
Simpati dari berbagai negara berdatangan. Para pejabat tinggi di seluruh dunia ramai-ramai mengutuk keras aksi teror London dan menawarkan bantuan. Bukan hanya itu, masyarakat dunia pun turut menyampaikan belasungkawa mendalam melalui media sosial.
Di kota London, warga berkumpul dan menyalakan lilin sebagai tanda duka dan simpati terhadap korban teror. Yang lebih menyentuh, para tokoh lintas agama di Inggris juga berkumpul dan berdoa bersama bagi perdamaian, sekaligus hendak menyatakan; tak boleh ada agama yang harus dipersalahkan.
Mari lihat sebuah narasi damai di tengah teror. Mungkin masih segar dalam ingatan. Senin, 15 Desember 2014, Man Haron Monis, seorang pria bersenjata asal Iran menyandera puluhan orang yang berada di Lindt Café di Kota Sidney, Australia.
Dalam aksi yang menyita perhatian masyarakat internasional ini, Man Haron Monis menyuruh beberapa orang pengunjung cafe yang sudah ia sandera, mengibarkan sebuah bendera hitam dengan tulisan Arab dari jendela cafe. Disinyalir bendera tersebut terkait dengan sebuah kelompok garis keras Islam di Timur Tengah.
Akhirnya, penyanderaan yang berlangsung selama enam belas jam itu berakhir setelah kepolisian Australia menyerbu masuk ke dalam cafe dan meringkus pria bersenjata tersebut. Namun, masyarakat Australia berduka karena dua orang warga sipil menjadi korban dan beberapa lainnya terluka.
Kelompok-kelompok Muslim di Australia mengutuk aksi ini dan menegaskan aksi teror tersebut sama sekali tidak mencirikan semangat Islam. Puluhan ribu pesan muncul di media sosial untuk mendukung warga Muslim di Australia setelah aksi penyanderaan di Sidney tersebut dapat menimbulkan Islamfobia di negara tersebut.
Dalam akun facebooknya, seorang pemuda Australia bernama Rachel Jacobs menceritakan pengalamannya saat dia berada di salah satu stasiun kereta api di Australia pada hari yang sama dengan aksi penyanderaan tersebut.
Di dalam kereta, ia melihat ada seorang penumpang perempuan yang duduk di salah satu sudut kereta dengan wajah yang sedikit pucat. Perempuan tersebut dengan takut-takut berusaha melepaskan jilbab yang ia pakai dan memasukkannya ke dalam tas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/seranga-teroris-di-london-inggris_20170323_192855.jpg)