Lokasi Petani yang Ditelan Ular Merupakan Sarang Tujuh Piton Raksasa

Ular piton raksasa yang menelan Akbar (25) petani sawit di Mamuju Tengah Sulawesi Barat memang sudah dilumpuhkan warga.

Editor: Alfred Dama
nurhadi/tribunsulbar.com
Ular piton sepanjang tujuh meter yang menelan Akbar (25) warga Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar, sempat jadi tontonan warga di lokasi kejadian. 

POS KUPANG.COM, MAMUJU -- Ular piton raksasa yang menelan Akbar (25) petani sawit di Mamuju Tengah Sulawesi Barat memang sudah dilumpuhkan warga.

Namun, bukan berarti warga di daerah tersebut bisa bernapas lega.

Bagaimana tidak, menurut cerita warga setempat ular piton seperti yang memangsa Akbar ini jumlahnya tak hanya satu.

Paman almarhum Akbar, Adhan Andi Tadjuddin bahkan menyebut jika ular tersebut 7 bersaudara.

Baru dua yang dibunuh, termasuk yang menelan Akbar jadi masih ada lima ekor.

Baca: Ngeri! Ular Sanca Telan Akbar Hidup-hidup, Jasadnya Utuh Ditemukan di Dalam Perut

Baca: Isak Tangis Pecah Saat Istri dari Petani yang Ditelan Ular Piton Tiba

Nah, salah seorang warga yang ditemui TribunSulbar.com mengungkapkan jika melihat seekor ular piton yang mirip dengan yang menelan Akbar mengintai mangsanya di sekitar perkebunan milik Akbar.

Ular itu muncul hanya selang dua hari setelah ditemukannya Akbar di perut piton raksasa.

Akbar (25), petani kelapa sawit di Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, yang tewas diterkam ular piton
Akbar (25), petani kelapa sawit di Desa Salubiro, Kecamatan Korossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, yang tewas diterkam ular piton (TribunSulbar/ Nurhadi)

Sumber tersebut menyebut piton yang muncul itu memburu hewan ternak warga, ayam.

"Saya lihat di jalan masuk lokasi Akbar ditelan ular, mau makan ayam cuman tidak berhasil," kata sumber tersebut.

Jamak diketahui petani sawit Salubiro, konon daerah tersebut sarang piton raksasa.

“Itu piton tujuh bersaudara, ini mi mungkin temannya,” katanya.

Ayah almarhum Akbar, Muhammad Ramli (50), tidak kaget mendengar ulat piton memburu mangsa ayam.

Dia tahu saban tahun Salubiro, khususnya, merupakan sarang piton.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved