Anies-Sandi Tak Datang Debat di Kompas TV, Marcus/Kevin Juara Lagi, Simak Berita ini
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, tidak hadir pada acara debat di program Rosi di Kompas TV, Minggu (2/4/2017).
1. Anies dan Sandiaga Tak Hadir di Acara Debat "Kompas TV"
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, tidak hadir pada acara debat di program Rosi di Kompas TV, Minggu (2/4/2017).
Pembawa acara Rosiana Silalahi menyampaikan hal itu saat memulai acara. Ketika acara dimulai pada sekitar pukul 19.10 WIB, hanya pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, yang muncul dilayar televisi.
Rosi mengatakan, awalnya acara debat itu dirancang untuk dihadiri oleh dua pasangan cagub-cawagub DKI.
Saat Ahok-Djarot Ditantang Flip Bottle di Acara Rosi...
Penonton Rosi Terbahak-bahak Dengar Suara Ahok-Djarot yang Fals
2. Menebak Siapa yang Bayar Tebusan Rp 1 Triliun di Detik-detik Akhir "Tax Amnesty"
Pemerintah menyatakan ada konglomerat yang membayar tebusan hingga Rp 1 triliun di detik-detik terakhir pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty.
Siapakah dia?
Dalam aturan tax amnesty disebutkan bahwa besaran tebusan yang harus dibayar oleh wajib pajak di periode ketiga program ini adalah 5 persen dari harta yang dilaporkan jika harta tersebut dibawa ke Indonesia. Jika harta itu tetap berada di luar negeri, besaran tebusan yang harus dibayar sebesar 10 persen.
Dengan mengacu pada ketentuan tersebut, jika konglomerat itu membawa masuk hartanya ke Indonesia, maka harta yang dideklarasikan orang superkaya itu mencapai Rp 20 triliun.
Sementara, jika konglomerat itu tidak membawa masuk ke Indonesia, maka harta yang ditebus itu sebesar Rp 10 triliun.
Mengacu pada laporan Forbes terakhir mengenai deretan orang kaya di Indonesia, konglomerat yang memiliki harta di kisaran Rp 10 triliun hingga Rp 20 triliun itu adalah mereka yang berada di peringkat 11 hingga 38.
3. Ini Motif Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara
Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengungkapkan, motif AMR (15) membunuh rekan satu baraknya di SMA Taruna Nusantara, Kresna Wahyu Nurachmad (15), adalah karena kesal. AMR beberapa kali dipergoki Kresna mencuri barang-barang milik siswa lain.
Selain itu, AMR juga memendam kekesalan lantaran ponsel miliknya pernah dipinjam Kresna sehingga disita oleh pihak sekolah. Ponsel AMR disita karena siswa kelas 10 dilarang membawa ponsel saat sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/basuki-tjahaja-purnama-atau-ahok-dan-djarot-saiful-hidayat_20170403_111013.jpg)