Saat Nyepi, Ular Piton Panjang 3,5 Meter Muncul di Banjar Beringkit! Bikin Heboh

Ular piton yang sempat menghebohkan warga di Banjar Bringkit saat malam Nyepi itu panjangnya sekitar 3,5 meter.

Editor: Agustinus Sape
ABC Canberra/Jim Trail
Ular taipan, salah satu hewan berbahaya yang hidup di daaerah gurun terpencil di pedalaman Australia. 

POS KUPANG. COM, TABANAN - Dengan cekatan dan tanpa rasa takut kedua tangan Komang Sri Muliastini memegang tubuh ular piton yang ditemukan di Banjar Beringkit, Desa Beringkit Belayu, Kecamatan Marga.

Ular piton yang sempat menghebohkan warga di Banjar Bringkit saat malam Nyepi itu panjangnya sekitar 3,5 meter.

Dan saat ini masih menunggu pihak yang mau mengadopsi untuk dipelihara.

“Ular ini ditangkap oleh kakak saya Made Muliardana sekitar pukul 23.30 wita. Sebelumnya diketahui oleh Pak Kayun warga Banjar Beringkit yang curiga anjing ribut di tegalan dekat kandang babi, setelah di cek ditemukan ular ini,” kata Komang Sri Muliastini, Selasa (29/3/2017).

Baca: Ngeri, Ular Sanca Sepanjang 2 Meter Ditemukan Meringkuk di Atap Rumah

Perempuan 24 tahun yang tinggal di Banjar Jebaud, Desa Beringkit itu kini masih menunggu orang yang mau mengadopsi ular yang ditempatkan di kandang anjing dengan mulut di plester di rumahnya itu.

“Kakak bilang masih tunggu orang yang mau mengadopsi ular ini,” terangnya.

Baca: Ngeri! Ular Sanca Telan Akbar Hidup-hidup, Jasadnya Utuh Ditemukan di Dalam Perut

Komang Sri yang memiliki rambut panjang dan lurus itu menyebutkan, saat penemuan ular, kakaknya yang juga seorang pecalang banjar itu diberitahu melalui radio amatir terkait adanya ular piton di sekitar kandang babi warga di banjar tetangga.

Baca: Pria yang Ditelan Hidup-hidup Oleh Ular 9 Meter, Ternyata Istrinya Baru Melahirkan

Made Muliardana yang sejak remaja senang menangkap ular langsung ke lokasi penemuan.

“Saat dapat informasi di radio amatir kakak saya langsung ke sana. Sejak remaja memang senang tangkap ular, saya juga diajari agar tidak takut dengan ular,” ujarnya.

Made Muliardana sehari-hari bekerja sebagai staf kantor Desa Beringkit Belayu.

Baca: Suami Tewas Ditelan Ular Piton, Istri Masih Merantau dan Belum Bisa Dikabari

Saat bertandang ke rumahnya, Ia sedang pergi ke Denpasar.

“Di sekitar sini memang banyak ular, apalagi piton. Beberapa bulan lalu kakak saya juga menangkap ular piton di sawah dengan ukuran lebih kecil,” ungkap Komang Sri. (tribunbali.com)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved