Prouduk Johnson & Johnson Dituntut karena Produk Implan Payudara Bocor

Perusahaan produk Johnson & Johnson dituntut karena menjual implan payudara yang menyebabkan masalah kesehatan bagi wanita

Prouduk  Johnson & Johnson Dituntut karena Produk Implan Payudara Bocor
AFP
Christophe Simon Implan payudara yang digunakan dalam operasi plastik 

POS KUPANG.COM, LOS ANGELES -- Unit bisnis perusahaan produk Johnson & Johnson dituntut karena menjual implan payudara yang menyebabkan masalah kesehatan bagi wanita, antara lain nyeri otot dan peradangan.

Kasus ini ditangani oleh pengadilan tinggi negara bagian California, AS dengan nomor berkas BC-649083.

Mengutip Bloomberg, Minggu (5/2/2017), Mentor Worldwide yang berada di bawah Johnson & Johnson dinilai gagal menjalankan studi yang sesuai terhadap risiko kesehatan atas implan berbahan dasar silikon yang dimandatkan oleh regulator.

Hal ini sesuai tuntutan tim kuasa hukum pelapor atas nama Rexine Mize di Los Angeles. Kebocoran implan payudara tersebut menyebabkan berbagai keluhan kesehatan atas Mize dan beberapa wanita lainnya.

Juru bicara Johnson & Johnspm Ernie Knewitz enggan berkomentar atas tuntutan yang dilayangkan Mize tersebut.

Mentor, Allergan Plc, dan Sientra Inc adalah perusahaan yang diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menjual implan silikon di AS.

Sebelumnya, FDA mencabut larangan atas penjualan implan silikon yang berlangsung selama 14 tahun pada tahun 2006 lalu.

Pasar implan payudara di AS bernilai sekitar 365 juta dollar AS pada tahu 2016 silam. Adapun berdasarkan data Ikatan Ahli Bedah Plastik Amerika, 80 persen wanita yang menggunakan implan payudara memilih produk implan berbahan dasar silikon.

Tuntutan Mize adalah tuntutan kedua di negara bagian California atas produk implan payudara.

Pada September 2016, wanita asal Seattle, negara bagian Washington melayangkan tuntutan atas Mentor Worldwide dan Johnson & Johnson di pengadilan federal di San Francisco karena implan payudara yang dipakainya menyebabkan dirinya sakit.

Sara Ebrahimi, sang pelapor, menyatakan produk implan Mentor MemoryGel menyebabkan ruam pada kulit, kelelahan yang amat sangat, dan pembuluh darahnya dilapisi metal yang digunakan untuk membuat implan payudara tersebut.

Regulator di AS melarang penggunaan implan payudara berbahan dasar silikon pada tahun 1992 silam setelah seorang wanita menuntut perusahaan produsen implan tersebut karena menyebabkan kanker dan gangguan kesehatannya.

Pada tahun 1995, ratusan hingga ribuan wanita menuntut Dow Corning Corp yang pernah menjadi produsen terbesar implan hingga membuat perusahaan itu bangkrut. (Kompas.Com)

Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved